Laporan: Syahrial Hadi
Muaraenim, Sumselupdate.com – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban pemilihan Kepala Desa Suban Baru, Camat Kelekar Fikri Hidayat S.Ip M.Si, mengadakan Deklarasi Damai Pilkades dan penandatanganan fakta integritas panitia Pilkades wilayah Kecamatan Kelekar.
Deklarasi damai dalam rangka pemilihan Kepala Desa serentak Tahun 2023 di Kabupaten Muaraenim ini, digelar di Aula Kantor Kecamatan Kelekar Kabupaten Muaraenim, pada Selasa (3/10/2023).
Kegiatan ini dihadiri Camat Kelekar Fikri Hidayat S.Ip M.Si, Kapolsek Gelumbang AKP Robby Monodinata SH MH, Danramil 404-01/Gelumbang Kapten Czi Abdullah, Kepala Puskesmas Kelekar Wansori Daya SKM, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Para Calon Kepala Desa Suban Baru, Ketua dan Anggota BPD, serta Tamu undangan lainnya.

Acara dimulai dengan pembacaan deklarasi damai oleh para Calon Kepala Desa Suban Baru dan Panitia serta dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi damai, acara berjalan dengan lancar.
Camat Kelekar Fikri Hidayat S.Ip M.Si, dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada para seluruh tamu undangan yang telah hadir pada deklarasi damai ini, semoga dalam pelaksanaan Pilkades serentak nanti aman dan kondusif.
Lanjutnya, dengan deklarasi damai ini diharapkan saat Pilkades serentak nanti aman, kondusif dan lancar, sesuai denga yang diharapkan, deklarasi damai ini penting karena para calon kades dan panitia Pilkades sudah menyampaikan komitmen, dan komitmen ini harus dilaksanakan sesuai dengan apa yang disampaikan.
Camat Kelekar juga meminta agar para calon kepala desa dan pendukungnya untuk tetap menjaga situasi dan kondisi agar tetap kondusif dan nantinya siapapun yang terpilih menjadi Kepala Desa, dapat melaksanakan tugas dengan adil dan juga transparan, tidak ada lagi perbedaan pendukung atau bukan, semua adalah satu tujuan untuk membangun Desa dan diharapkan juga kepada calon kades harus siap menang dan siap kalah, karena yang menang jangan terlalu bangga karena beban tugas menanti anda dan yang kalah harus siap berlapang dada, mungkin ini bukan bagian kita, tutup Fikri Hidayat. (**)











