Lahat, Sumselupdate.com – Guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengembangkan potensi yang dimiliki masyarakat, Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Masyarakat (Penmas) FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri) menggelar pelatihan dan keterampilan terkait budi daya ikan dan sayuran dengan sistem akuaponik.
Kegiatan pelatihan dan keterampilan terkait budi daya ikan dan sayuran dengan sistem akuaponik dipusatkan di Desa Perangai, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (19/8/2023).
Nara sumber PPM dalam bentuk pelatihan ini adalah Shomedran, SPd, MPd (Ketua tim Pelaksana PPM) dengan anggota Dra Evy RK Waty, MPd, PhD, Yanti Karmila Nengsih, SPd, MPd, Mega Nurrizalia, SPd, MPd, dan seluruh dosen Prodi Penmas FKIP Unsri serta delapan mahasiswa Penmas FKIP Unsri.
Ketua tim Pelaksana PPM, Shomedran, SPd, MPd menjelaskan tujuan kegiatan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan dengan bentuk pelatihan secara langsung kepada peserta dalam membuat akuaponik dengan media ember sebagai wadah budi daya ikan dan sayuran.
Dikatakan Shomedran, setidaknya terdapat beberapa manfaat dari sistem akuaponik yakni tidak menggunakan pestisida dan zat kimia, dapat menghasilkan dua produk sekaligus dalam satu produksi.
Kemudian, proses pertumbuhan tergolong cepat, dapat dilakukan di mana saja tanpa harus lahan yang luas, menurunnya risiko erosi tanah, dan perawatan yang cukup mudah serta tidak memakan biaya yang mahal.
“Kita berharap dengan adanya kegiatan ini masyarakat dapat memanfaatkan perkarangan rumah untuk memulai membudidayakan ikan dan sayuran dengan sistem akuaponik sederhana seperti yang telah dipelajari, mengingkat cukup mudah dan murah dalam proses pembuatannya,” harapnya.
Shomedran berharap juga semua pihak baik itu pemerintahan desa, kelompok pemuda, dan PKK serta masyarakat dapat bersinergi dengan terus berupaya meningkatkan potensi sumber daya yang ada di lingkungan sekitar.
Di tempat yang sama, Kepada Desa Perangai Sarian Edwin menyambut baik dan mengapresiasi apa yang telah dilakukan Tim PPM dosen Prodi Penmas Unsri terhadapa masyarakatnya.
Sarian Edwin mengatakan peserta dari pelatihan ini lebih kurang 30 masyarakat Desa Perangai yang meliputi unsur PKK, pemuda, dan masyarakat sekitar. (rel)











