Fadel Muhammad: Pemerintahan Otoriter Bukan Zaman Lagi di Alam Demokrasi

Selasa, 15 Agustus 2023
Wakil Ketua MPR Prof Fadel Muhammad yang juga Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya mengapresiasi lahirnya Guru Besar-Guru Besar UB berkelanjutan.

Malang, Sumselupdate.com – Wakil Ketua MPR Prof  Fadel Muhammad yang juga Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi  Universitas Brawijaya mengapresiasi lahirnya Guru Besar-Guru Besar  UB  berkelanjutan.

Hampir dua minggu sekali, ada satu dosen Universitas Brawijaya dikukuhkan menjadi profesor. Yang lebih membanggakan, sebagian besar hasil penelitian dilakukan para profesor UB, mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Read More

Salah satu hasil penelitian, itu adalah karya Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Prof Drs Andy Fefta Wijaya, MDA, PhD.

Andy Fefta Wijaya merupakan Profesor aktif ke-14 di Fakultas Ilmu Administrasi dan profesor aktif ke-175 di UB dan profesor ke-329 dari seluruh profesor yang dihasilkan Universitas Brawijaya.

Sebelum dikukuhkan menjadi Guru Besar Andy Fefta Wijaya menyampaikan pidato pengukuhan hasil Penelitian di Bidang ilmu kebijakan publik dengan judul Pengembangan Kebijakan Publik Dalam Model Collaborative governance Plus Multi Helix.

Hasil kajian, itu menurut Fadel patut diterapkan, apalagi diera demokrasi sekarang. Karena di alam demokrasi, pemerintahan yang otoriter sudah bukan zaman lagi.

Di alam demokrasi dibutuhkan pemerintahan yang  collaboratif, demokratis dan multi helik, melibatkan berbagai unsur.

“Sudah waktunya  kebijakan publik itu kita rubah sehingga Collaborative governance Plus Multi Helix, pemerintahan yang menyatu dengan seluruh unsur masyarakat. Karena di alam demokrasi Collaborative governance Plus Multi Helix,  tidak bisa dihindari. Semua pihak harus bisa di dengar dan diminta pandangannya, serta menerapkan  pandangan tersebut.  Keberanian menerapkan pandangan,  ini adalah kebijakan paling inti dari pelaksanaan kebijaksanaan masa depan,” kata Fadel usai mengikuti Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas Brawijaya,  Pengukuhan dua Profesor UB.

Kedua profesor yang dikukuhkan adalah Prof Mangku Purnomo, SP, MSi, PhD, guru besar Bidang Ilmu Sosiologi Pertanian pada Fakultas Pertanian.

Kemudian Prof Drs Andy Fefta Wijaya, MDA, PhD Bidang ilmu kebijakan publik, Fakultas Ilmu Administrasi UB. Acara tersebut berlangsung di Gedung Samanta Krida, Universitas Brawijaya Malang, Minggu (13 Agustus 2023). Sidang dipimpin Ketua senat  akademik Universitas Brawijaya Prof Dr Ir Nuhfil Hanani.

Selain penelitian Andy Fefta Wijaya, kajian yang dilakukan Prof Mangku Purnomo  menurut Fadel Muhammad juga layak diterapkan.

Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir, hasil produk pertanian relatif berjalan di tempat. Karena itu sudah waktunya  pembangunan pertanian dengan Pendekatan tekno-saintifik progresif, seperti judul pidato pengukuhan yang disampaikan Mangku Purnomo.

“Kita  harus perbaiki sistem  pertanian. Kita mesti rombak, kita perlu dobrak untuk mencari model baru dan perbaiki agar lebih maju. Apalagi sudah terbukti, saat ini pertanian kita mengalami kemandegan. Kita melihat  pertanian tidak tumbuh dengan baik. Pertanyaannya,  apa yang  harus dilaksanakan. Jawabnya, kita memerlukan   pembaharuan, khususnya untuk membangun dunia pertanian di kawasan timur, Maluku,  Sulawesi dan yang lain. Kita perlu terapkan Pembangunan Pertanian dengan Pendekatan tekno-saintifik progresif,” tutur Fadel.

Dia berharap, munculnya guru besar dari Universitas Brawijaya terus berlanjut. Karena keberhasilan melahirkan guru besar, berpengaruh terhadap kemajuan universitas itu sendiri.

“Selamat kepada kedua guru besar,  kami bangga dengan apa yang disampaikan tersebut. Saya juga selalu menunggu lahirnya profesor baru dari UB,” tegasnya. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts