Jakarta, Sumselupdate.com — Anggota DPR RI Herman Khaeron mengatakan, penyebaran berita hoaks berdampak negatif bagi kehidupan masyarakat. Adanya disinformasi mengakibatkan masyarakat saling curiga dan bermusuhan. Bahkan opini yang salah terhadap fakta, rawan terjadi eskalasi konflik dan kerusuhan.
“Makanya saya mengusulkan agar ada regulasi yang tegas untuk memberantas berita hoaks,” ujar Herman saat diskusi Dialektika Demokrasi di Media Center DPR Jakarta, Kamis (27/7/2023).
Menurut Herman, ke depan harus ada regulasi yang tegas, siapa pun menggunakan media sosial, media publik, jika penggunaannya jauh dari kebenaran, relatif penuh fitnah, mengkhawatirkan, atau memiliki dampak lebih luas memecah belah kerukunan, memecah belah persatuan, ini harus mendapatkan tindakan tegas.
Berita hoaks lanjut Herman, merupakan informasi palsu, berita bohong atau fakta yang direkayasa. Hoaks memiliki ciri-ciri sumber yang tidak jelas, tidak ada yang bisa dimintai klarifikasi atau tanggung jawab, pesannya sepihak.
Di media sosial masih banyak tersebar berita palsu dan tidak jelas atau disebut dengan berita hoaks. Hoaks menciptakan dampak buruk seperti kecemasan, kebencian, dan permusuhan. Dikatakan, hoaks muncul akibat ketidak adilan penegakan hukum.
Kadang ada yang ditindak, ada yang dibiarkan, dari situ niat untuk membalas dengan berita yang tidak sebanding, akibat penegakan hukum, tidak adil.
Penyebaran berita hoaks, lanjut dia, akan tumbuh subur memanfaatkan fanatisme, atas nama ideologi atau agama. Bahkan, hoaks bisa dikenali dengan tampilan judul yang bersifat provokatif. (duk)











