Jakarta, Sumselupdate.com- Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan partainya terus mencermati dan menyimak dengan saksama berbagai hasil survei terkait elektabilitas pasangan capres-cawapres menyongsong Pilpres 2024.
Termasuk, kata Muzani, hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia yang mengunggulkan duet Prabowo Subianto dan Menteri BUMN Erick Thohir dibandingkan pasangan capres-cawapres lainnya.
Semua survei kami baca, simak, baca, ikuti, dan simak dengan saksama. Ada survei mengunggulkan siapa, kami ikuti survei itu dengan sangat bagus. Tentu saja kecenderungan survei tiap hari bergerak, bergeser, maka kami ikuti terus,” ujar Muzani di Kantor DPP Partai Bulan Bintang (PBB), Pasar Minggu, Jakarta, Senin (24/7/2023) seperti dilansir dari Berita Satu.com jaringan Sumselupdate.com.
Muzani mengatakan Gerindra memahami aspirasi publik dan juga terutama partai politik yang menginginkan kader terbaiknya untuk menjadi cawapres Prabowo Subianto. Termasuk, kata dia, PAN yang mendorong Erick Thohir, sementara PKB yang mengusung Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, hingga PBB yang mengusulkan Yusril Ihza Mahendra.
“Kami memahami setiap parpol ketika memberi dukungan berharap wakil presidennya bisa ikut dilibatkan dalam support kadernya (menjadi cawapres). Kami mengerti cara berpikir itu,” tandas Muzani.
Hanya saja, kata Muzani, Gerindra sudah menandatangani perjanjian koalisi dengan PKB pada 13 Agustus 2022 lalu. Karena itu, kata dia, posisi Cawapres menjadi jatah PKB yang sudah mengusung Cak Imin maju di Pilpres 2024.
“Berkali-kali kami mengatakan bahwa Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (Cak Imin) adalah orang yang memegang posisi paling utama untuk mendampingi, calon wakil presiden untuk Pak Prabowo Subianto,” jelas Muzani.
Dalam survei terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa Prabowo akan lebih unggul diduetkan dengan Erick Thohir. Meskipun dalam survei tersebut, Ganjar Pranowo juga akan mengungguli pasangan capres-cawapres lain jika diduetkan dengan Erick Thohir.
Survei ini digelar pada 20-24 Juni 2023 melibatkan 1.220 responden. Responden dipilih menggunakan metode simple random sampling. Para responden yang terpilih diwawancara melalui telepon. Dengan metode tersebut, margin of error survei diperkirakan sekitar 2,9%. (**)











