GMPSR Temui Plt Bupati Muaraenim, Pertanyakan Pengembangan Semende Raya

Rabu, 21 Juni 2023
Audiensi Gerakan Masyarakat Peduli Semende Raya (GMPSR).

Laporan: Endang Saputra

Muaraenim, sumselupdate.com – Gerakan Masyarakat Peduli Semende Raya (GMPSR) mempertanyakan mengenai pengembangan Semende Raya sebagai Kawasan Agropolitan, Plt Bupati Muaraenim Ahmad Usmarwi Kaffah, Selasa (20/6/2023).

Read More

Hal itu disampaikan GMPSR pada saat menggelar Audiensi dengan di ruang Rapat Bupati Muaraenim. Tampak hadir pada pertemuan itu Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Emran Tabrani, Kaban Kesbangpol Andi Wijaya beserta OPD terkait serta anggota DPRD Muaraenim Komisi II M Chandra Yanusi.

Dalam audiensinya masyarakat menyampaikan setidaknya tujuh poin penting terkait pengembangan Semende Raya Sebagai Kawasan agropolitan.

“Kami meminta kepada pemerintah daerah kabupaten Muaraenim untuk mengaplikasikan dan membangun infrastruktur kawasan Agropolitan sebagaimana tertuang dalam pedoman umum pengembangan kawasan Agropolitan Semendo,” ungkap Vian S selaku juru bicara GMPSR.

Kemudian, Vian S menegaskan, agar Pemkab Muaraenim dapat membangun jalan hotmix dari Pulau Panggung- Desa Segamit, Simpang Begadang-Desa Danau Gerak, dari desa Tanjung Agung-Desa Tanjung Tiga dan dari desa Tanjung Raya ke desa Swarna Dwipa serta renovasi Tebing Batu Surau dengan menggunakan dana ABT 2023.

“Kami juga meminta kepada Pemkab Muara Enim untuk mengupayakan jalan alternatif dalam mengangkut hasil pertanian dan distribusi pupuk. Keempat, Menjamin ketersediaan (stok) pupuk yang cukup untuk kawasan Agropolitan setiap tahunnya,” bebernya.

Lebih lanjut, ia menjamin pemasaran hasil pertanian dan perkebunan di kawasan Agropolitan akan dapat meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di kawasan Agropolitan yakni Semende Raya khususnya kabupaten Muaraenim pada umumnya.

“Kami juga berharap kepada Plt Bupati Muaraenim untuk dapat mengevaluasi dinas terkait dalam hal pengembangan wilayah Semende Raya sebagai Kawasan Agropolitan,” tegasnya.

Selanjutnya, ia juga menyampaikan bahwa ada kegelisahan di tengah kehidupan para petani di kawasan Agropolitan, pihaknya mempertanyakan apa saja hak yang sudah seharusnya diterima oleh para petani di kawasan tersebut. Dimana, ditetapkan sejak tahun 2012 sebagai kawasan.

Agropolitan, nyatanya berbagai sarana dan prasarana penunjang dirasa belum maksimal untuk mendukung untuk peningkatan produksi, pengolahan dan pemasaran.

“Kita tidak menyaksikan adanya berbagai fasilitas penunjang di daerah yang ditetapkan sebagai kawasan agropolitan itu, gudang pertanian, sub terminal pertanian, ruang pertemuan, bangunan edukasi, koperasi khusus dan banyak hal penunjang lain yang memang semestinya ada, namun belum didapati,” urainya.

Itulah akhirnya, kata Vian muncul pertanyaan apakah pemerintah serius untuk mewujudkan cita-cita besar mengenai Kawasan Agropolitan itu, sementara infrastruktur jalan saja sebagai penunjang utama masih dikeluhkan oleh masyarakat baik penduduk lokal atau pendatang baru.

“Aneh ketika kawasan agropolitan seolah tumbuh seperti air mengalir tanpa ada sitem pengembangan yang jelas, pupuk sulit dicari, harusnya pemerintah atau OPD terkait sudah menyiapkan hal ini dengan matang sebagai kebutuhan pokok pertanian. Jika mendengar pemaparan dari Plt. Bupati dan OPD terkait ada keseriusan untuk meningkatkan kualitas dan mutu sarana dan prasarana penunjang Kawasan Agropolitan salasatunya adalah pembangunan infrastruktur pendukung yaitu perbaikan jalan di kawasan itu, termasuk pengadaan pupuk,” katanya.

Sementara, Plt Bupati Muara Enim, Ahmad Usmarwi Kaffah mengatakan pihaknya tidak hanya konsen pada pembangunan infrastruktur tapi juga soft buildingnya juga diperhatikan, yaitu pembangunan ekonomi kerakyatan itulah mengapa pemkab membuat  Pusat Percontohan Agribisnis Usaha Kerakyatan (PPAUK).

“PPAUK ini merupakan agro industri, intinya oeran pemerintah disini tidak hanya soal produksi, namun pemerintaj akan mengkoordinir sampai ke tahap penjualan. Dimana PPAUK ini akan menyentuh seluruh sektor pertanian di kabupaten Muara Enim,” tuturnya.

Kendalanya saat ini, kata Plt Bupati adalah anggarannya belum ada dan itu akan diwujudkan agar rakyat tidak lapar dan memiliki pekerjaan.

“Saya tidak akan tinggal diam, ini merupakan program unggulan dan saya ingin hal itu sudah jalan,” tegasnya.

Soal pertanian, kata Kaffah, petani tidak perlu ragu itu sudah menjadi prioritas pemerintah, penyaluran pupuk ada waktunya dan harus tepat sasaran.

“Saya ingin hal-hal yang konkrit, akhir tahun ini akan kami anggarkan, dan program PPAUK itu segera berjalan,” katanya.

Menyoal jalan raya, ia mengatakan hal ini sudah diwanti-wanti oleh Pemkab Muaraenim, yakni jalan Pulau Panggung menuju Segamit jangan lagi setengah-setengah, begitupun jalan-jalan yang lainnya.

“Saya telah mewanti-wanti terkait jalan ini begitupun dengan jalan-jalan lain,” pungkasnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts