Laporan Roni ADP
Muaradua, Sumselupdate.com – Rencana pemberian gelar Adat Semende terhadap Gubernur Sumatera Selatan tuai kritikan pedas dari kalangan masyarakat Adat Semende.
Hal tersebut salah satunya dilontarkan oleh Aljuandi, S.Sos selaku salah satu dari kalangan masyarakat Semende. Rabu (30/5/2023).
“Sebagaimana diketahui bahwa dalam Adat Semende yang teraktualisasi dalam stuktur Adat Tunggu Tubang, gelar adat seperti Lebu Meraje, Payung Meraje, Jenang Jurai, Meraje, Anak Belai dan lainnya merupakan Gelar dan sebutan otomatis hanya bagi mereka yang terkait secara geneologis (Silsilah) sebagai keluarga (ahlul bait) dari Tunggu Tubang,” jelas Aljuandi.
Selanjutnya sambung Aljuandi, Gelar Seperti Meraje atau Jenang Jurai adalah sebutan yang ada di setiap rumah Tunggu Tubang bukan merupakan sebuah gelar penghargaan kepada pihak lain apalagi disematkan kepada Pemerintah atau tokoh tertentu yang bukan secara geneologis sebagai ahlul bait (Keluarga) Tunggu Tubang.
“Dalam Adat Semende, setiap Rumah Tunggu Tubang akan terdapat seseorang yang menduduki posisi sebagai sebagai Meraje ataupun sebagai Jenang Jurai,” ungkapnya.
Meraje hanya dilekatkan sebagai sebutan kepada saudara laki -laki dari ibu atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut sebagai “Paman” dari wanita yang berkedudukan sebagai “Tunggu Tubang”. Sementara Jenang Jurai adalah sebutan dan gelar hanya kepada saudara laki-laki dari Nenek Tunggu Tubang.
“Baik Meraje ataupun Jenang Jurai tidak ada istilah ‘Meraje Angkanan’ atau ‘Jenang Jurai Angkanan’ apalagi pemberian gelar Meraje dan Jenang Jurai yang dinobatkan dengan upacara Adat Semende itu diberikan kepada mereka yang tidak ada sangkut pautnya secara langsung dengan keluarga (ahlul bait) Tunggu Tubang dalam Adat Semende. Ini sebuah pelecehan terhadap Adat Semende itu sendiri,” tegasnya.
“Silahkan Jenang Jurai itu di berikan akan tetapi tidak mengatas namakan Suku Semende secara keseluruhan. Silahkan Jenang Jurai itu diberikan dari Juriat atas anak belai dan atau Tunggu Tubang hanya dari salah satu zuriat. Itu merupakan hak dari zuriat anak belai atau pun tunggu tubang itu sendiri dan tidak mengatas namakan suku Semende. Jadi jangan salah kaprah,” jelas Mantan Anggota DPRD OKU Selatan dari PDI Perjuangan Periode 2004-2014 ini.
Terakhir Aljuandi juga menambahkan, misal seperti contoh Anak Belai atau Tunggu Tubang siapa saja mau menjadikan orang lain jadi Jenang Jurai maka itu adalah hak dari pada zuriat tersebut tetapi tidak untuk Semende.
“Sebab terutus anak laki laki tua Suku Semende masih hidup yaitu Ujang Karsani. Itu pun dia tidak mau dikatakan Jenang Jurai,” papar Aljuandi.
Hal serupa disampaikan oleh Aryo Semendaway sapaan akrab Sutaryo yang merupakan Putra Asli Kecamatan Pulau Beringin yang menganggap pemberian gelar tersebut tak berdasar. Menurutnya, Jenang itu bukan gelar, tapi silsilah Tunggu Tubang.
“Payung Jurai, Jenang Jurai, Anak Belai, Tunggu Tubang itu bukan gelar. Saya sampaikan sekali lagi jika itu adalah silsilah dalam keluarga adat Semende. Yang ada gelar itu misal seperti suku adat Daya, Ranau, Komering,” ungkap Aryo.
“Ini bukan mau melestarikan adat melainkan merusak tatanan adat Semende,” pungkas Aryo Semendaway sapaan akrab Sutaryo.
Diketahui kritikan terhadap pemberian gelar ini muncul usai Pemerintah Kabupatebln OKU Selatan bersama Tokoh Semende Pulau Beringin melakukan audiensi terhadap Gubernur Sumsel H. Herman Deru yang ingin memberikan gelar adat semende yakni “Jenang Jurai” pada Senin (29/5/2023) lalu.
Serta dilansir dari media Sripoku.com yang terbit pada Selasa 30 Mei 2023 kemarin, Koordinator Adat Semende, Thadin Hamid mengatakan pemberian gelar adat kepada Gubernur Sumsel H. Herman Deru sudah disepakati melalui rapat para pemangku adat Semende.
“Pemberian gelar adat ini juga untuk mempertahankan adat budaya. Sebab sudah lama sekali tidak diadakan terakhir pada tahun 70 an,” paparanya.
Di era perkembangan zaman saat ini adat Semende mulai bergeser karena itu perlu dihidupkan kembali melalui pemberian gelar adat yang direncanakan pasca hari raya Idul Adha 1444 hijriah mendatang.(**)











