Laporan Diaz Erlangga
Palembang, Sumselupdate.com — Menindaklanjuti dugaan malapraktik yang dilakukan oleh oknum dokter RSUP Mohammad Hoesain Palembang terhadap pasien CY (14) pelajar di Palembang, kini pihak korban CY melalui kuasa hukumnya layangkan somasi.
Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bima Sakti, Muh. Novel Suwa SH, MM, Msi membenarkan pihaknya kini melayangkan somasi ke RSUPMH Palembang.
Itu usai anak dari kliennya berinisial CY (14) hingga kini belum juga menunjukan kondisi membaik usai menjalani operasi kedua pada Selasa (07/02) setelah mengalami gejala aneh pada perut bekas operasi pertama pengangkatan radang gagal ginjal pada Sabtu (30/01).
Novel Suwa menduga anak dari kliennya merupakan korban mala praktik yang dilakukan oleh oknum dokter yang bekerja di RSUP Mohammad Hoesain Palembang.
Dengan itu somasi yang dilayangkan LBH Bima Sakti dengan nomor surat : 05/LBH.BS/II/2023, yang tertuju pada Direktur RSUP Mohammad Hoesain Palembang.
“Kami sudah melayangkan somasi terhadap direktur RSUP Mohammad Hoesain Palembang, dimana kami menghimbau untuk menindaklanjuti secara cepat keluhan dari anak klien kami,” tegas Muh. Novel Suwa SH. MM. Msi didampingi dua koleganya dari LBH Bima Sakti, Kamis (09/02)
Apalagi, Novel Suwa menyampaikan bahwa anak kliennya menggunakan pelayanan BPJS.
Dengan itu ia merasa sangat khawatir terhadap kondisi dari anak kliennya yang hingga kini belum juga menunjukkan tanda tanda membaik.
Bahkan akibat kondisi yang dialami oleh CY (14) hingga kini anak kliennya tak bisa mengikuti pembelajaran sekolah seperti biasa yang diketahui masih duduk dibangku kelas dua SMP di kota Palembang.
Terakhir Novel Suwa menegaskan bahwa pihaknya tak segan akan menempuh jalur hukum, apabila pihak RSUPMH Palembang, tak juga merespon dan bertanggung jawab penuh terhadap kesehatan CY.
“Seandainya tak mendapat respon, kami akan melaporkan tentang undang undang kesehatan nomor 36 tahun 2009, pasal 58 ayat 1, dan Undang Undang 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan pasal 84 ayat 1,” pungkasnya.
Sementara dilain pihak RSUP Mohammad Hoesain melalui koordinator humas dan protokoler RSUP Mohammad Hoesain Palembang Akhmad Suhaimi Msi mengaku tak banyak mengetahui terkait adanya dugaan malapraktik yang terjadi di pihaknya.
“Kami belum dapat info nanti saya cari tau,” ujar Akhmad Suhaimi saat dikonfirmasi melalui telpon via WhatsApp.
Sementara saat ditanyai tanggapannya terkait kondisi gejala yang dialami CY (14) pasca menjalani operasi pengangkatan radang usus buntu hanya menjawab jika hal tersebut dapat disebabkan oleh banyak faktor.
“Itu sebenarnya banyak faktor yang bisa menyebabkan tapi saya belum mendapat informasi,” singkatnya menjawab. (**)











