Palembang, Sumselupdate.com – Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Dituntut 20 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung RI, terkait kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Sriwijaya, serta jual beli gas PDPDE Sumsel.
Hj Nurmala Dewi, didampingi Redho Junaidi, SH, MH, Kuasa Hukum Alex Noerdin menyampaikan keberatan akan tuntutan tersebut.
Menurutnya apa yang dibacakan hari ini adalah perbuatan zolim. Dirinya membandingkan korupsi E-KTP yang merugikan negara Rp2,1 triliun hanya mendapat tuntutan lebih ringan.
“Saya merekam semua tak ada satu pun saksi, menyebutkan Alex noerdin menerima uang. Namun dalam dakwaan Alex didakwa berbeda. Pada perkara Eddi Hermanto (terpidana) Alex disebut menerima Rp2,43 miliar. Sedangkan dakwaan Alex disebut menerima Rp4,83 miliar,” ujarnya.
Menurutnya pada pledoi 2 Juni mendatang pihaknya akan mengupayakan maksimal dalam pembelaan terakhir di persidangan. Sejumlah uang yang dianggap diterima Alex tak pernah terbukti sejak awal.
“Setiap orang dipastikan kena tuntut. Tujuan pidana mencari kebenaran materil. Tunjukkan saya bagaimana menerima uang. Gak terbukti. Dimana letak pak Alex menerima uang. Hanya ada berdasarkan kopelan yang itu pun dibantah PT Brantas dan saksi,” jelasnya.
Dalam kasus ini, Alex dikenakan oleh JPU pasal berlapis, yakni pasal 2 ayat (1) Juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana.
Serta subsidair Pasal 3 Juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tidak Pidana Korupsi Juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. (ron)











