Laporan: Edwar Heryadi
Muntok, Sumselupdate.com – Jumlah pemudik dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang hendak menyeberang melalui Pelabuhan Tanjung Kelian, Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, membludak.
Pantauan wartawan Sumselupdate.com, Rabu (27/4/2022) siang, antrean ribuan kendaraan roda empat yang hendak menyeberang melalui Pelabuhan Tanjung Kelian, Muntok, mencapai tiga kilometer.
Saking panjangnnya antrean, banyak pengemudi truk terpaksa menginap di pinggir jalan yang menuju pelabuhan tersebut.
Banyak ragam dan cara pengemudi untuk bisa nyaman tidur saat antre kendaraan, mulai dari membentangkan tikar di pinggir jalan, namun ada juga sopir memiliki kreatifitas dengan tidur di bawah kolong mobil dengan caranya sendiri.
Seperti yang dilakukan Heri (36), warga Tugumulyo, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Heri bersama rekannya tidur di bawah kolong mobil dengan cara membuat ayunan dari kain secara sederhana.
“Sudah dua hari menginap di sini. Entah kapan bisa berangkat (menyeberang –red),” kata Heri menghela napas.
Heri mengatakan baru saja membongkar muat truk barang kelontongan yang dikendarainya di Kota Pangkalpinang.
Nah, usai membongkar muat barang kelontongannya, mobil truknya hendak kembali Provinsi Lampung.
Namun nasib nahas, kendaraannya sudah dua hari tertahan di Pelabuhan Tanjung Kelian Muntok karena ramainya jumlah kendaraan yang hendak menyeberang.
Menurut Heri, panjangnya antrean mobil truk lantaran petugas Pelabuhan Tanjung Kelian Muntok memprioritaskan mobil pribadi untuk menyeberang.
“Kemaren (Selasa, 26 April) sopir truk sempat demo ke pelabuhan. Setelah didemo baru mobil truk bergerak untuk diberangkatkan. Hari ini antrean mobil truk tampaknya tidak bergerak lagi,” keluhnya.
Terpisah, Emil, salah seorang petugas Dishub Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membenarkan jika pihak Pelabuhan Tanjung Kelian Muntok lebih memprioritaskan mobil pribadi ketimbang kendaraan barang untuk diberangkatkan.
“Ini peraturan kementerian jika mobil pribadi lebih diprioritaskan. Karena mobil pribadi banyak mengangkut anak-anak maupun orang tua, jadi kan kasihan,” kata Emil sembari mengatur arus lalulintas.
Menurut Emil, mulai 28 April hingga 1 Mei 2022, Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdar) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membatasi jalur kendaraan barang.
Dikatakan Emil, untuk mengangkut ribuan kendaraan, pihak Pelabuhan Tanjung Kelian Muntok menyediakan 12 kapal yang siaga 24 jam.
“Ramainya pemudik ini kemungkinan sudah dua tahun dilakukan pembatasan mudik karena pandemi Covid-19. Tapi untuk mengantisipasi membludaknya pemudik, pihak pelabuhan menyiapkan 12 kapal berkapasitas besar (daya angkut 50 mobil) maupun yang sedang (dayan angkut 15 mobil),” jelas Emil. (**)











