Laporan: Novrico Saputra
Pagaralam, Sumselupdate.com – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, berbagai wilayah Indonesia menggelar tradisi berbeda sesuai dengan adat masing-masing di setiap daerah itu sendiri.
Seperti kegiatan kumpul bersama yang dilakukan masyarakat Dusun Meringang, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Kumpul bersama ini biasa disebut masyarakat setempat dengan tradisi Bubus Tebat.
Biasanya, tempat berkumpulnya warga di satu titik lokasi yang menjadi favorit adalah di danau atau Tebat Empai yang rimbun akan pepohonan.
Pantauan Sumselupdate.com, Kamis (31/3/3022) Danau atau Tebat Empai ini ramai dikunjungi oleh warga untuk melaksanakan prosesi adat tradisional Bubus Tebat.
Prosesi adat ini untuk memperingati dan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Sejak pagi masyarakat beramai-ramai menyaksikan warga membuka Pemetung diangkat dan tebat dibubus, oleh kaum ibu-ibu, bapak-bapak, dan anak-anak menunggu di pinggir Tebat Empai, sampai tebat betul-betul kering.
Begitu air Tebat Empai mengering, warga pun serentak turun ke dalam Tebat untuk ‘Nanggok’ atau menangkap ikan di tebat.
Masing-masing warga menangkap ikan sesuai dengan kemampuannya.
Tradisi Bubus Tebat ini adalah salah satu tradisi dusun lama, namun hingga kini masih tetap dilestarikan
Didominasi oleh ibu-ibu, bapak-bapak, dan anak-anak, karena tempat ini sangat ramah bagi anak.
Masyarakat membawa perbekalan berupa alat untuk menangkap ikan dari rumah.
Tebat Empai ini sangat cocok untuk menjadi lokasi acara karena dikelilingi pepohonan dengan nuansa pedesaan membuatnya menjadi sangat teduh.
Air danau yang tenang dan embusan angin memberikan suasana yang membuat segar pikiran. (**)











