Puisi: Perang dan Lebay

Jumat, 11 Maret 2022
Heddy Wsalam.

Perang

Bumi bergetar riak gemeretak

Read More

Kulitnya mengelupas berbercak darah

Penuh lobang terhantam meteor besi dan api

Meluncur ria membabi buta

Yang dibuat dalam genggaman dalih kedamaian

Tanpa mata…

Tanpa nurani…

Menyiksa nyawa terburai lepas

Peneguhan hegemoni

Menghancurkan peradaban

 

Jangan peduli siapa pemicu dan siapa terpicu

Saat manusia makin elusif

Makin menjauh dari kata prasaja

Menunggu musnah sebelum waktunya

 

Bandung, 10 Maret 2022

 

Bermain Minyak Nan Lebay

Carut marut membaca bahasa

Terbaca namun tidak kumengerti

 

Bukan langka jika tidak ada

Sekilas nampak sekilas sembunyi

Licin tak tersentuh jemari jelata

Cukup terlihat pada pandangan pertama

 

Di langit mendung memetik hujan

Dingin menyergap udara basah

Aku tak pernah peduli menikmati gorengan jadi

Dari basuhan wajan minyak jelantah

Berkipas-kipas di gerobak buruk kayu tua

Menanti berita esok pagi

Mungkin ada yang lebih menggelikan lagi

 

Bandung, 11 Maret 2022

 

Crazy Nan Lebay

Saat hedonisme mekar harum semerbak di seputar jiwa

Kesombongan tiba mengambil tuahnya

Keglamoran meledak membutakan mata

Menafikan semua bibit bobot dan bebet

 

Lenyap sekejab

Gelap…

Secepat dia datang

Begitu pun ketika menghilang

 

Bandung, 11 Maret 2022

 

Pengirim:

Heddy Wsalam

Lahir di Palembang berdomisili di Kota Cimahi, Jawa Barat.

Penulis Buku Antology Puisi ‘Wajah Angan-Angan’ dan  Antologi Cerpen ‘Panorama Hati’

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts