Sampah Menumpuk di Pintu Air PDAM, Saluran 3000 Pelanggan Terganggu

Selasa, 19 Oktober 2021
Pintu air PDAM Tirta Lematang Lahat, di Desa Selawi, Kecamatan Kota Lahat, tertutup material sampah.

Laporan: A Putra

Lahat, Sumselupdate.com – Pintu air PDAM Tirta Lematang Lahat, di Desa Selawi, Kecamatan Kota Lahat, tertutup material sampah, alibatnya sebanyak 3000 pelanggan terdampak.

Read More

Menurut H Anda Wijaya, Direktur PDAM Tirta Lematang Lahat, pintu air dibendungan Dssa Selawi itu hingga saat ini masih di tutupi sampah yang didominasi patahan kayu.

“Sampah menumpuk di pintu air, sampah yang berupa patahan kayu dan dahan pohon itu kini semakin menumpuk. Terpaksa terjadi stop operasi untuk penyaluran air ke 3000 pelanggan di Kota Lahat,” kata dia, Selasa (19/10/2021).

Lanjut Anda, kawasan yang terdampak yakni sebagian besar pelanggan di Kecamatan Kota Lahat, yakni di Kelurahan Talang Jawa, Pasar Lama, Pasar, Gunung Gajah, dan wilayah lainnya yang menggunakan IPA Selawi,” ujar dia.

Sementara itu, pihaknya harus mengatur pasokan air yang teraedia di prasedimen, agar pasokan air tetap cukup.

“Untung kita masih punya cadangan air di prasedimen, namun kalau dikeluarkan semua, tidak akan cukup, makanya kita atur secara bergiliran,” tutur dia.

Kasus menumpuknya sampah di pintu air itu bukanlah hal baru, piahknya memang sering melakukan perawatan, namun kalau kondisinya sudah parah, sangat banyak tumpukan pihaknya tidak bisa membersihkannya, dan butuh bantuan dari Balai Besar SDA Provinsi Sumsel.

“Bendungan itu masih tanggung jawab Balai Besar SDA Provinsi Sumsel, oleh sebab itu, pembersihan material sampah tanggung jawan mereka. Kalau sampahnya sedikit, masih bisa kami tanggulangi, namun kalau sudah sebanyak itu, kami tidak punya alat untuk membersihkannya, perlu bantuan alat berat untuk mengangkat sampah yang menumpuk,” ungkap dia.

Anda meminta, kedepannya dibuatkan penghalang sampah yang terbuat seperti pelampung, agar dapat membelokkan sampah dan tidak menumpuk di pintu air PDAM.

“Kasihan pelanggan, harus terdampak akibat hal ini. Kami harap, pihak Balai Besar SDA Sumsel membuat penghalang sampah, yang sifatnya mengapung, jadi kalau airnya naik, penghalang itu mengikuti aliran air, sampah yang dibawa dari hulu, tidak akan nyangkut di pintu air, sampah akan hanyut,” pungkasnya. (**).

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts