Palembang, Sumselupdate.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, memetakan sepanjang tahun 2021 pada semester pertama dari Januari – Juni, terdapat 548 hotspot (titik api) yang tersebar hampir merata di seluruh wilayah Sumsel, Selasa (29/6/2021).
Jika dibandingkan dengan tahun lalu di waktu yang sama, jumlah titik api di Sumsel mengalami penurunan yang cukup siginifikan. Dimana pada semester pertama tahun 2020 lalu, terpantau terdapat 1.721 titik api di Bumi Sriwijaya.
Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengatakan sebaran titik api di Sumsel pada tahun ini cukup merata. Dari data pihaknya, hanya kota Palembang yang hingga kini belum terpantau adanya hotspot.
Dari data BPBD Sumsel, Ogan Komering Ilir (OKI) dan Banyuasin menjadi penyumbang terbanyak titik api pada semester pertama yakni 103 titik dan 68 titik.
Ia menyebut, daerah lain yang memiliki titik api terbesar lainnya adalah PALI 66 titik, Musi Banyuasin mencapai 63 titik, Lahat 63 titik, Musi Rawas 55 titik, Muara Enim 35 titik dan Ogan Ilir 27 titik.
“Sebaran titik api hampir merata di seluruh wilayah Sumsel pada semester pertama ini. Paling banyak terpantau di OKI dan Banyuasin,” kata Ansori.
Dijelaskannya, BPBD Sumsel telah menetapkan siaga darurat karhutla di sepuluh daerah di Sumsel yakni, OKI, OI, Banyuasin, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Musi Banyuasin (Muba), Musi Rawas (Mura), Musi Rawas Utara (Muratara), Ogan Komering Ulu (OKU) dan OKU Timur.
Selain menetapkan status siaga, BPBD Sumsel juga menyiapkan sarana dan prasarana, personel guna antisipasi karhutla. Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan TMC operasional helikopter water bombing, serta pengaktifan kembali posko terpadu yang melibatkan semua instansi terkait.
“Untuk antisipasi Karhutla tahun ini kita sudah menetapkan lokasi mana saja yang akan menjadi perhatian sehingga penanggulangan dapat dilakukan dengan cepat,” ungkapnya.
Terkait terpantau adanya kabut asap tipis yang mulai menerpa kota Palembang sejak beberapa hari terakhir, Ansori mengaku kabut itu bukan merupakan asap, melainkan udara panas yang terperangkap di cuaca dingin sehingga menimbulkan kabut.
Ia mengklaim, Metode Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Sumatera Selatan yang dilakukan sejak 10 Juni lalu diklaim juga berhasil. Dimana sejumlah wilayah di Sumsel yang merupakan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai diguyur hujan dengan intensitas sedang.
“Dipastikan bukan asap itu hanya kabut, memang ada kotoran-kotoran.
TMC juga menunjukkan hasil, beberapa daerah di Sumsel buktinya diguyur hujan,” tutupnya. (ron)
Jumlah Hotspot di Sumsel :
Januari 11 titik
Februari 17 titik
Maret 49 titik
April 122 titik
Mei 39 titik
Juni 210 titik
Total 548 titik
Sebaran titik api di Sumsel :
Musi Banyuasin 63 titik
Muara Enim 35 titik
OKI 103 titik
Musi Rawa 55 titik
Banyuasin 68 titik
Pali 66 titik
Muratara 16 titik
Ogan Ilir 27 titik
OKU 15 titik
Lahat 63 titik
Empat Lawang 5 titik
OKUS 12 titik
OKUT 11 titik
Prabumulih 5 titik
Palembang 0 titik
Lubuklinggau 1 titik
Pagaralam 3 titik
TOTAL 548 titik











