Palembang, Sumselupdate.com – Dampak pemangkasan anggaran, membuat pembangunan Bendungan Tiga Dihaji di Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan membuat progres pembangunan bendungan saat ini baru mencapai 21 persen.
Progres keseluruhan tersebut merupakan hasil komulatif dari empat paket yang berjalan. Dari empat paket yang terkontrak semuanya mengalami refocusing anggaran.
Tahun ini, paket 1 dari Rp240 miliar dipangkas jadi Rp30 milyar, paket 2 dari Rp260 miliar jadi Rp70 miliar, Paket 3 dari Rp276 miliar jadi Rp95 miliar dan paket 4 Rp368 miliar jadi Rp195 miliar.
Kasatker Bendungan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII, Lukman Hakim mengatakan, dengan dana yang terbatas anggaran yang disediakan telah terserap habis pada kwartal pertama tahun ini. Sehingga tidak ada pilihan lain dan kekurangan atas pembiayaan fisik terpaksa dilakukan pada tahun berikutnya.
“Secara dana, sejak dua tahun ini kita terkena recofusing. Sejak dibangun sampai saat ini progresnya baru 21 persen, ini salah satu penyebab lambannya pekerjaan,” katanya, Rabu (23/6/2021).
Menurutnya, pembangunan bendungan berbiaya Rp3,7 triliun itu, terus dikebut meski pandemi Covid-19 masih berlangsung meski terkendala recofusing.
Pada tahun ini BBWSS fokus akan menyelesaikan pembangunan terowongan pengelak. Terowongan pengelak tersebut akan dibangun sepanjang 595 meter, terowongan tersebut berfungsi untuk mengalihkan aliran sungai selama proses pembangunan bendungan berlangsung.
“Untuk jalan akses menuju Bendungan saat ini masih menggunakan jalan Kabupaten. Sekarang dalam proses rencana pembangunan jalan akses baru permanen sepanjang 8 kilometer,” jelas Lukman.
Dijelaskannya, meski terkendala anggaran namun pihaknya tetap menargetkan pembangunan Bendungan pertama di Sumsel ini bakal rampung pada tahun 2023 sesuai kontrak pembangunan. Untuk tahun ini pihaknya menargetkan pembangunan fisik mencapai 25 persen.
Ia menambahkan, dalam masa pembangunan ini pihaknya tidak menampik bahwa ada sedikit dampak adanya debu yang ditimbulkan ke pemukiman masyarakat.
Hanya saja, debu ditimbulkan tidak terlalu parah dan menggangu aktivitas masyarakat yang tinggal tidak jauh dari lokasi pembangunan Bendungan Tiga Dihaji.
“Kalau lihat progres memang minim, tetapi kita tetap mengacu pada schedule awal. Nanti mungkin bisa kami evaluasi di tahun 2022 akhir. Sejauh ini kami tetap berupaya rampung di tahun 2023,” tutupnya. (Ron)











