Diwarnai Isu Pungli, Pelantikan Kades di OKU Timur Diduga Bermasalah

Jumat, 11 Juni 2021

Laporan: Rahmat Agusman

Martapura, Sumselupdate.com Pelantikan 210 kepala desa (kades) terpilih dalam pilkades yang digelar beberapa waktu lalu di Kabupaten OKU Timur telah selesai.

Read More

Pelantikan yang digelar di tujuh zona dilakukan secara estafet selama empat hari itu dipimpin langsung oleh Bupati OKU Timur H, Lanosin Hamzah, ST dan terakhir untuk Zona VII selesai dilantik pada Kamis (10/6/2021) di kantor Camat Belitang III OKU Timur.

Namun, pelantikan kades yang dilakukan di tujuh zona selama empat hari tersebut tak berakhir begitu saja, bahkan mengundang polemik.

Pasalnya beredar isu soal adanya dugaan jika setiap kades yang dilantik dimintai sejumlah uang untuk menggelar pelantikan di zona masing-masing. Padahal, kegiatan tersebut sudah memiliki anggaran yang bersumber dari APBD OKU Timur.

Sebanyak 210 kades yang telah selesai dilantik itu kabarnya harus mengeluarkan uang berkisar Rp5 juta per orang. Isu tersebut sebetulnya sudah mencuat dari hari pelantikan pertama di zona satu yang dilaksanakan pada Senin (7/0/2021) lalu di Kecamatan BP Peliung OKU Timur.

Bupati OKU Timur H Lanosin Hamzah, ST saat dikonfirmasi awak media pada pelantikan di zona satu terkait hal tersebut membantah jika adanya pungutan yang dilakukan oleh panitia pelantikan Kades.

“Kalau memang ada temuan di lapangan yang melakukan pungutan kepada setiap kepala desa yang akan dilantik segera laporkan ke saya,” ucapnya, beberapa waktu lalu.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) H, Rusman saat dikonfirmasi via WhatsApp kemarin ikut membantah adanya isu yang menyatakan adanya pungutan kepada setiap kepala desa sebesar Rp5 juta.

Bahkan dirinya melempar bola panas kepada setiap camat yang menggelar pelantikan di masing-masing kecamatan.

“Tidak ada pungutan biaya untuk Dinas PMD. Silahkan tanya dengan kades yang bersangkutan kepada siapa yang memungut, tanyakan dengan camat dan kades tersebut,” ucapnya singkat.

Namun salah satu kepala desa yang telah dilantik saat konfirmasi melalui sambungan telepon mengakui jika ia dimintai sejumlah uang untuk acara pelantikan kades beberapa waktu lalu.

“Iya, saya diminta sejumlah uang untuk gelar acara pelantikan kemarin,” ungkapnya.

Selain itu, salah satu camat yang dihubungi melalui pesan singkat mempertanyakan isu tersebut tidak memberikan jawaban, Jumat, (11/6/2021). (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts