Laporan: Novrico Saputra
Pagaralam, Sumselupdate.com – Saat ini hampir seluruh daerah di Indonesia sedang menggandrungi kembang keladi (Caladium).
Harga yang mahal dan keunikan serta keindahan kembang keladi ini menjadi salah daya tarik masyarakat untuk mengoleksinya.
Demam kembang keladi ini juga melanda masyarakat Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan terutama ibu-ibu rumah tangga.
Para IRT ini rela merogoh kocek lebih dalam untuk bisa mengoleksi kembang keladi dengan jenis-jenis berbeda.
Demam bunga keladi ini dimanfaatkan oleh sejumlah warga Pagaralam untuk mendapat keuntungan dengan mencari jenis-jenis kembang keladi baru untuk dijual.
Bahkan warga rela dan nekat mencari kembang keladi tersebut dengan masuk jurang dalam di sungai untuk mendapatkan jenis kembang keladi baru.
Seperti yang dilakukan Asrul (38), warga Desa Karang Dale Kota Pagaralam. Dirinya memang sejak lama menjadi penghobi tanaman namun tanaman hias yaitu bonsai.
“Selama ini saya memang sudah hobi tanaman hias, namun hanya bongsai bukan bunga dan kembang. Tapi saat saat kembang keladi mulai populer saya mencoba untuk mencari keberuntungan di sini,” ujarnya.
Saat viral harga kembang keladi saya mulai mencari kembang keladi jenis baru yang menjadi endemik dari Kota Pagaralam.
“Tapi tidak mudah mencari kembang keladi di Pagaralam ini pak, saya harus turun ke lembang sungai yang curam untuk bisa menemukan kembang keladi ini,” katanya.
Bahkan untuk bisa sampai ke lokasi harus berjalan kaki hingga setengah hari. Belum ditambah naik turun jurang dan menyusuri sungai baik Sungai Lematang dan Sungai Selangis.
“Memang kembang keladi ini banyak ditemukan di tepi Sungai jadi, mau tidak mau harus turun ke dalam sungai agar bisa menemukan kembang keladi tersebut,” ungkapnya.
Dari hasil pemburuan kembang keladi ini dirinya mendapatkan jenis yang dinilai cukup unik. Keladi dengan corak mirip baju TNI atau loreng ditemukan di Pagaralam.
“Ini yang menurut saya kembang keladi unik karena coraknya mirip baju TNI. Coraknya loreng dan jarang terlihat ditanam oleh warga,” ujarnya.
Dijelaskan Asrul, saat ini dirinya mulai melalukan pengembang biakan kembang keladi ini agar bisa dijual dan mampu menjadi sumber penghasilan.
“Saat ini masih kami jual sekitar Rp50 ribu per pot dengan ukuran 20 centimeter. Dan sudah ada beberapa penjual dari luar Pagaralam yang melirik kembang keladi ini,” ungkapnya. (**)











