Palembang, Sumselupdate.com – Berakhirnya penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) Palembang akan berakhir pada 16 Juni 2020.
Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mempertimbangkan dampak ekonomi yang akan timbul jika PSBB dilanjutkan, sebab kota ini berstatus zona kuning atau orange.
Hal tersebut diungkapkan Walikota Palembang H Harnojoyo usai rapat evaluasi PSBB, Senin (15/6/2020).
Harnojoyo mengatakan, berdasarkan evaluasi PSBB tahap kedua ini, dari aspek kesehatan kondisi awal berada di zona merah saat ini sudah zona kuning.
“Jika terus berlanjut akan berdampak pada sektor ekonomi. Di akhir Desember 2020 pertumbuhan ekonomi diproyeksi 5,9 persen. Dengan kondisi ini pertumbuhanu diprediksi 0,6 -4,9 persen. Tetapi Palembang masih cukup baik, hingga triwulan 2 sudah 4 persen,” katanya.
Maka dari itu, sebelumnya Pemkot Palembang memberikan kebijakan keringanan-keringanan pembayaran pajak kepada pemilik usaha.
Dikatakan Harnojoyo, kebijakan PSBB apakah dilanjutkan atau tidak, segera diputuskan besok. Apakah PSBB transisi atau penegakan disiplin protokol kesehatan.
“New normal diterapkan daerah yang zona hijau dan masyarakat yang sudah patuh. Kita menuju new normal maka melakukan langkah PSBB, PSBB transisi, penegakan disiplin protokol kesehatan, ini menuju new normal,” katanya.
Sementara itu, LO BNPB Gugus Tugas Covid-19, Antoni Simamora mengatakan, sesuai arahan dari pemerintah pusat adalah bagaimana pemerintah daerah mampu mengimplementasikan kebijakan di daerah. Maka mereka harus membuat rencana aksi di tiap kabupaten/kota.
“Semua kuncinya adalah bagaimana membuat masyarakat patuh dan ada kesadaran kolektif. Karena ini tidak bisa diwujudkan bila hanya kota pemerintah,” katanya.
Menurutnya, istilah PSBB transisi seperti yang telah dilakukan di Jakarta. Dimana dalam prosesnya akan melakukan terminologi menuju masyarakat aman Covid dengan skala prioritas.
“Jadi tidak semua daerah melakukan itu. Hanya daerah yang tidak terpapar covid. Palembang saya rasa sudah banyak kemajuan dari berbagai sisi mulai dari kesehatan, budaya,” katanya. (iya/syd)











