Dituduh Ingin Rebut Tahta Kekuasaan, Dua Pangeran dan Keponakan Raja Salman Ditangkap

Sabtu, 7 Maret 2020
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman.

Riyadh, Sumselupdate.com – Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman atau sering disebut sebagai MBS, dilaporkan telah menahan tiga anggota senior keluarga kerajaan, termasuk adik laki-laki dan keponakan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Penangkapan tiga anggota senior keluarga kerajaan itu ditangkap dengan tuduhan melakukan pengkhianatan dari ingin merebut tahta kekuasaan.

Read More

Mereka sudah dijebloskan ke penjara dan terancam mendapatkan hukuman penjara seumur hidup.

Perihal penahanan ini diungkapkan oleh seorang anggota keluarga kerajaan Saudi dan seseorang yang dekat dengan klan Raja Salman.

Keduanya meminta namanya dirahasiakan karena takut untuk berbicara secara terbuka mengenai sang Putra Mahkota MBS.

Seperti diberitakan The New York Times, Sabtu (7/3/2020) yang mengutip kedua sumber itu, penangkapan terhadap Pangeran Ahmed bin Abdulaziz, adik Raja Salman dan Pangeran Mohammed bin Nayef, keponakan Raja Salman dilakukan pada Jumat pagi (6/3) waktu setempat.

Mohammad bin Nayef yang mantan putra mahkota, merupakan mantan menteri dalam negeri yang mengembangkan hubungan dekat dengan agen-agen intelijen Amerika Serikat selama bertahun-tahun.

Dia disingkirkan dari kedua peran itu oleh MBS pada tahun 2017 dan secara efektif berada di bawah tahanan rumah sejak saat itu.

Sementara itu, Pangeran Ahmed telah lama hidup dalam pengasingan di London, Inggris. Sebelumnya, Pangeran Ahmed pernah mengatakan bahwa Raja Salman dan Putra Mahkota dan yang lainnya harus disalahkan atas situasi saat ini di Saudi.

Pangeran lainnya yang ditangkap adalah saudara laki-laki Mohammad bin Nayef, Pangeran Nawaf bin Nayef. New York Times dalam laporannya menyebut penangkapan ketiga anggota keluarga senior kerajaan Saudi itu dilakukan atas perintah MBS.

Salah satu dugaan motif penahanan ini terkait dengan semakin berumurnya sang Raja Salman (84). MBS diduga tengah berupaya mengendalikan orang-orang yang berpotensi menggagalkan suksesi dirinya untuk menjadi raja. (dtc/vvn)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts