Prasasti Diteken, Universitas Terbuka Resmi Hadir di Lubuklinggau, Mura, dan Muratara

Kamis, 30 Januari 2020
Walikota Lubuklinggau, Drs SN Prana Putra Sohe melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kgs Effendi Ferri SSTP menggunting pita tanda resmi hadirnya Sentra Layanan Universitas Terbuka di wilayah Kota Lubuklinggau, Mura, dan Muratara, Rabu (28/1/2020).

Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) wilayah Kota Lubuklinggau, Musirawas (Mura), dan Musirawas Utara (Muratara), resmi dibuka.

Sentra Layanan UT yang dipusatkan di UPJJ Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau, diresmikan Walikota Lubuklinggau, Drs SN Prana Putra Sohe melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kgs Effendi Ferri SSTP,  Rabu (28/1/2020). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita.

Read More

Dalam sambutannya, Walikota Lubuklinggau, Drs SN Prana Putra Sohe melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kgs Effendi Ferri SSTP berharap Lubuklinggau bukan kota transit, namun menjadi kota tujuan dan kota pendidikan.

Dia berharap SALUT dapat bekerja secara maksimal di bidang layangan pendidikan. “Kami menaruh harapan besar dapat membantu pembangunan di Kota Lubuklinggau. Lulusan dan wawasan yang luas di era keterbukaan. Mampu mendistribusikan keterampilan dalam masyarakat,” harapnya.

Sementara itu Wakil Rektor IV UT pusat, Drs Syaiful Munir, MSi mengatakan, Walikota Lubuklinggau menginginkan bahwa Kota Sebiduk Semare menjadi Kota profesional dan berahlak.

Saat ini, menurut Syaiful, Lubuklinggau bukan lagi kota transit tetapi kota tujuan. Terlebih lagi saat ini Lubuklinggau didukung oleh Bandara Silampari yang bisa mempersingkat jarak dan waktu bagi pebisnis.

“Lubuklinggau saat ini menjadi kota yang menjanjikam. Mari kita berlomba-lomba menjadi profesional,” harapnya.

Dia menambahkan UT merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang beroperasi di seluruh Indonesia. Setiap provinsi memiliki kantor cabang.

“Namun Indonesia ini sangat luas. Kalau ke Palembang jauh. Artinya bersyukurlah ada masyarakat Kota Lubuklinggau yang mau memfasilitasi dunia pendidikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu ia meminta kepada para tutor ketika memberi layanan mahasiswa dapat memberikan inovasi yang baru. Tidak melulu harus di kelas. Kalau perlu ajaklah menghadiri persidangan.

“Kami berharap mahasiswa UT tidak penuh akademik tapi keterampilannya bertambah.  Kami berharap mahasiswa UT mendapat tambahan ketrampilan-ketrampilan,” harapnya.

Di tempat yang sama, Kepala UPBJJ UT Palembang, DR Meita Istianda, SIP, MSi menjelaskan, UT sudah hadir sejak tahun 1984.

Kendati sudah lama hadir masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui UT. Padahal UT hadir untuk memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat terhadap perguruan tinggi. Gagasan UT dibentuk melalui Kepres pada saat zaman Presiden Soeharto.

Dikatakannya, tahun 1999 UT diminta untuk menyetarakan pendidikan dasar untuk guru SD. Karena mendapat amanat sehingga  yang muncul fakultas keguruan. Padahal UT bukan FKIP saja. Sejak dulu ada empat fakultas, yakni Fisip, Hukum, Ekonomi, dan tehnologi.

Masih katanya untuk pemanfaatan teknologi saat ini Kementerian menggagas kampus merdeka. Dengan melihat esensi yang diemban UT kampus merdeka sudah ada di dalam UT sendiri.

Merdeka artinya bebas terbuka tidak ada batasan. Terbuka dalam arti tidak ekslusif tidak ditentukan siapa saja boleh masuk UT. Selama yang bersangkutan ada ijazah SMA. Tidak ada tes untuk masuk UT.

Mahasiswi UT boleh memilih mata kuliah sendiri. Sekarang memberi kesempatan registrasi sepanjang masa.

“Kami menggagas layanan UT untuk dekatkan pelayanan supaya bisa hadir nyata di tengah masyarakat. Supaya biaya bisa diminimalisir,” bebernya. (ain)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts