Survei Charta Politika, Warga Inginkan Pemimpin Muda di Ogan Ilir

Senin, 6 Januari 2020
Logo Charta Politika.

Palembang, Sumselupdate.com – Tujuh daerah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bakal ikut serta dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Salah satu yang akan memilih Bupati dan Wakil Bupati adalah Kabupaten Ogan Ilir.

Nah, Charta Politika Indonesia diam-diam telah melakukan survei. Laporan survei preferensi masyarakat Kabupaten Ogan Ilir periode survei 18-22 Desember 2019.

Read More

“Kabupaten Ogan Ilir yang akan melaksanakan Pilkada serentak September nanti adalah salah satu daerah yang paling menarik. Kalau kita lihat beberapa pemberitaan di media, pertarungan dua figur yang nanti akan head to head menjadi calon Bupati,” kata Muslimin, Direktur Riset Charta Politika Indonesia saat rilis hasil survei di Hotel The Zuri Palembang, Minggu (5/1/2020) malam.

Kedua tokoh tersebut adalah M Ilyas Panji Alam dengan AW Noviadi Mawardi. Kedua tokoh ini awalnya berpasangan dalam Pilkada Serentak 9 Desember 2015.

Saat itu AW Noviadi (Bupati) dan Ilyas Panji (Wakil Bupati) berhasil mengalahkan pesaing terberat Helmi Yahya-Muchendi Mahzarekki.

“Artinya ada rezim kembar yang kembali berduel. Kalau kita melihat perkembangan di bawah jadi dua figur ini cukup menonjol. Ada fenomena menarik di Ogan Ilir yang beda dibanding dengan kabupaten lain,” kata Muslimin.

Dia menambahkan, pihaknya menggunakan metodologi wawancara terbuka (face to face interview). Selanjutnya metode sampling menggunakan multistage random sampling.

“Diacak secara bertingkat di 16 kecamatan secara proporsional. Margin of error 4,9 persen dengan kriteria responden usia 17 tahun ke atas, atau sudah menikah. Yang penting dicatat, survei ini mengambarkan situasi politik di Ogan Ilir terkini atau sekarang,” kata dia.

Dari hasil survei tersebut ada beberapa kriteria utama calon Bupati Ogan Ilir yang cukup jadi sorotan. Pertama masyarakat Ogan Ilir ternyata ingin pemimpin muda atau usia 30-40 tahun hingga 68,8 Persen.

“Padahal dalam survei kami di daerah lain justru masyarakat tidak terlalu peduli dengan usia calon,” kata dia lagi.

Kemudian kedua memiliki hubungan darah dengan tokoh terpandang. Kebetulan AW Noviandi masih cukup muda di bawah 40 tahun dan merupakan anak daripada tokoh berpengaruh di Ogan Ilir, H Mawardi Yahya yang tak lain Bupati Ogan Ilir dua periode dan sekarang Wakil Gubernur Sumsel.

Karena itulah AW Noviandi memiliki elektabilitas cukup tinggi melebihi Ilyas Panji. Meskipun saat ini AW Noviandi boleh disebut sebagai penantang dan Ilyas Panji sebagai patahana.

“Saat kita survei tokoh dua nama, elektabilitas AW Noviandi di angka 48,8 persen. Sementara M Ilyas Panji Alam hanya 33,5 persen. Sisanya mereka memilih tidak tahu atau tidak menjawab. Jadi AW Noviadi ini seperti penantang rasa patahana,” kata dia.

Masih kata Muslimin, saat survei dengan delapan nama tokoh calon Bupati Ogan Ilir pun, AW Noviandi juga masih belum terbendung. Noviadi tertinggi dengan elektabilitas 41,3 persen. Posisi kedua tetap ditempati Ilyas Panji 26,8 persen.

Kemudian posisi tiga diduduki Panca W Akbar Mawardi 9,3 persen. Lalu posisi keempat milik Musleh Qori 2,8 persen dan posisi kelima Ardhani 2,5 persen.

Sedangkan posisi keenam Endang PU Ishak 1,5 persen, dan posisi ketujuh Kanoviandri 1,0 persen, dan terakhir Muslim.

Muslimin mengatakan, elektabilitas Ilyas Panji tidak begitu tinggi karena beberapa faktor. Pertama karena kinerja pemerintahan yang masih di bawah 70 persen atau 60,1 persen puas.

Menurutnya, seorang kepala daerah semakin tinggi tingkat kepuasan publik biasanya akan menggerek elektabilitasnya.

“Beberapa pengalaman kami, jika patahana tingkat kepuasan publik antara 50-60 persen itu lampu kuning atau hati hati. Itu bukan angka yang tinggi,” tambah dia.

Sementara kinerja Pemerintah Provinsi Sumsel di bawah kepemimpinan pasangan H Herman Deru-H Mawardi Yahya di Ogan Ilir cukup tinggi 73,8 persen.

Bahkan Bupati Ogan Ilir sebelumnya Mawardi Yahya selama dua periode mendapat respon positif, 89,1 persen responden mengaku puas. “Kesimpulan dari berbagai simulasi banyak nama hingga head to head Noviandi selalu memimpin,” pungkas dia. (rel)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts