Pagaralam, Sumselupdate.com – Serangan harimau Sumatera kembali menimpa warga Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan.
Kali ini dialami oleh Yanto (40), warga Dusun Tebat Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, Kamis (5/12/2019 siang.
Korban diserang harimau sedang berada di kebun kopinya di arah perbukitan yang berada dua jam dari kediamannya di Dusun Tebat Benawa.
Salah seorang warga kepada wartawan Sumselupdate.com mengatakan, belum diketahui kondisi korban lantaran hingga kini petugas dan masyarakat masih berusaha mengevakuasi korban dari lokasi kejadian.
Kendala evakuasi ini menurut warga lantaran korban masih berada di dekat harimau yang menyerangnya.
Sementara aparat kepolisian berdasarkan pantauan Sumselupdate.com sudah berada di dekat lokasi kejadian.
Sebelumnya, tiga warga yang masing-masing satu dari Kabupaten Lahat dan dua warga Kota Pagaralam sudah menjadi keganasan hewan buas ini.
Korban pertama adalah Irfan (22), warga Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Irfan menderita luka berat dan cukup parah setelah diterkam harimau di dekat pemukiman warga yang tinggal di kawasan kebun teh Gunung Dempo Kota Pagaralam.
Peristiwa yang menimpa warga Sekayu ini terjadi pada Jumat (15/11/2019), sekitar pukul 20.30 WIB.
Dua hari kemudian tepatnya pada 17 November 2019, serangan harimau kali ini dialami Kuswanto (28), warga Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat.
Korban meninggal dunia diterkam saat sedang merumput (baca: menyiangi rumput) di kebun kopi. Kuswanto menemui ajal setelah lehernya diterkam harimau.
Sedangkan kejadian ketiga menimpa Marta Rulani (24) bin Alfian, warga Tebat Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam.
Korban diterkam harimau di bagian paha sebelah kanan dengan luka gigitan dan cakaran kuku hewan buas tersebut. Beruntung korban selamat dari maut.
Peristiwa menggegerkan warga Kota Pagaralam ini terjadi, Senin (2/12/2019) sekitar pukul 09 00. Serangan hewan buas ini saat korban sedang menyiangi rumput di kebun kopi. (ric/edo)











