Palembang, Sumselupdate.com – Sebanyak 18 orang rombongan Komisi V DPR RI melakukan kunjungan spesifik dalam rangka peninjauan infrastruktur di Sumsel. Kesempatan itu tak disia-siakan Gubernur Sumsel H Herman Deru untuk menyampaikan unek-uneknya selama setahun menjabat Gubernur.
“Sudah kusampeke galo, kemacetan jalan nasional Palembang-Betung, Jembatan Paiker yang putus, kelanjutan pembebasan Musi IV sampai 22 gorong-gorong yang keno tusuk tiang LRT dan nyebabke banjir di Palembang ini lah kusampeke galo ke Komisi V,” ujar Herman Deru.
Usai pertemuan tersebut, Herman Deru mengaku puas karena banyak tokoh Sumsel di Komisi V yang diyakininya dapat memperjuangkan semua keinginan dan kebutuhan warga Sumsel tersebut. “Alhamdulillah sudah terakomodir, apalagi ada pak Edi Santana Putra, ada juga Pak Ishak Mekki dan pak Tamanuri yang separuh napasnya memang disini (Sumsel),” tambah Deru.
Selain hal-hal di atas, Pemprov Sumsel diakuinya juga minta dukungan APBN untuk memenuhi kewajiban-kewajiban kementerian yang wewenangnya bersifat nasional agar diperhatikan secara khusus. “Bonusnya saya minta Pelabuhan Samudera disegerakan karena kito dak cukup duit untuk membangun ini,” jelasnya.
Sementara itu terkait pembebasan Jembatan Musi IV dan bottle neck jalan Palembang-Betung dirinya melanjutkan, saat ini sudah ada tanda jawaban dan kejelasan. Jika tak ada aral melintang, akhir November tanda tangan kontrak pembangunan akan dilakukan yang terdiri dari 5 paket pengerjaan dengan anggaran sekitar Rp1,2 triliun.
Menurut Gubernur, dirinya bahagia sekali tol Palembang-Bakauheni sudah dioperasionalkan hingga memangkas waktu sampai 4,5 jam saja. Namun di sisi lain Ia juga mengkhawatirkan adanya penumpukan kendaraan yang datang dr Lamoung ke arah Jambi, Padang, Riau, Medan dan Aceh di ruas jalan Palembang Betung.
” Makanya kita minta betul Komisi V agar memberikan atensi pada kementerian terkait untuk penyelesaian masalah ini karena bisa menghambat perekonomian,” tegasnya.
Selain beberapa poin di atas, pada pertemuan tersebut HD juga mempertanyakan kejelasan sejumlah proyek straregis nasional seperti berlarutnya rencana oembangunan fly over di Sekip Ujung du Simpang Angkatan 66, serta under pass di Simpang Charitas.
“Bukan hanya Musi IV saja, rencana pembabgunan fly over di Sekip dan underpass juga sangat kami butuhkan. Karena kondisi Palembang ini sudah sangat macet karena pertembahan jumlah kendaraan tidak sebanding dengan ruas jalan yang ada,” jelasnya.
Belum lagi crowded nya aktivitas truk dan bongkar muat pelabuhan BoomBaru yang berada persis di tengah kota. Diakui HD pemerintah cukup kesulitan melakukan pengaturan lalu lintas untuk mobil berat yang melintas di dalam kota.
Sementara itu Wakil Ketua Komisi V DPR RI Hj Nurhayati mengatakan, kedatangan rombongan Komisi V DPR RI dengan Gubernur Sumsel beserta jajaran kali ini adalah dalam rangka peninjauan infrastruktur dan transportasi di Sumsel.
“Sebagaimana kita ketahui infrastruktur adalah sbagai sarana n prasaranan mendukung perkembangan perekonomian. Makanya dalam kunjungan kali ini kita meninjau Jalan tol smpai gerbang tol Kayu Agung. Sempat juga ke Musi IV dan Sungai Bendung,” jelasnya.
Menurut Nurhayati, inti kedatangan mereka ini adalah memastikan bahwa pembangunan Jalan Tol benar-benar berguna untuk masyarakat di sekitar tol.
“Mendengar laporan ini kami akan meminta kalau mau membangun jalan harus berkoordinasi dengan provinsi, pemkab atau kota. Terutama exit tol, ajak Pemkab terlibat karena mereka yang tahu daerah yang bagus untuk pengembangan-pengembangan ekonomi baru. Jangan sampai jalan tol dengan fasilitas mewah tapi tidak ada manfaat untuk masyarakat,” jelasnya. (rel)











