Teknologi Informasi Kian Pesat, Media Cetak Kian Dekat dengan ‘Ajalnya’

Minggu, 10 November 2019
Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar menyampaikan kata sambutan sekaligus membuka ‘Gobrol Pintar’ mengenai tema ‘Tantangan dan Peluang Pers Indonesia Kini dan Mendatang’ di kantor Sekretariat PWI Sumsel di Jalan Supeno Palembang, Minggu (10/11/2019).

Palembang, Sumselupdate.com – Media-media cetak besar maupun yang kecil di seluruh dunia mulai mendekati ‘ajalnya’ lantaran tidak mampu lagi menghidupi dirinya.

Berdasarkan data bulan Juli di Amerika Serikat (AS) jumlah wartawan di-PHK sebanyak 3.000 orang dan untuk tahun 2019 jumlah wartawan di-PHK sebanyak 7.200 orang untuk seluruh dunia.

Read More

Hal ini dikemukakan Wakil Ketua Dewan Pers, Hendri CH Bangun dalam ‘Gobrol Pintar’ mengenai tema ‘Tantangan dan Peluang Pers Indonesia Kini dan Mendatang’ di kantor Sekretariat PWI Sumsel di Jalan Supeno Palembang, Minggu (10/11/2019).

Ngobrol pintar ini selain menghadirkan nara sumber Wakil Ketua Dewan Pers, Hendri CH Bangun, juga mendatangkan Dosen Fisip Unsri, Dr Andreas Lionardo, MSi.

‘Ngobrol Pintar’ yang dibuka secara resmi oleh Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar dihadiri oleh Ketua DKP PWI Sumsel H Kurnati Abdullah, jajaran pengurus Harian dan pengurus PWI Sumsel.

Menurut Wakil Ketua Dewan Pers, Hendri CH Bangun, kian dekatnya ‘ajalnya’ media-media cetak karena pesatnya kemajuan teknologi informasi sehingga masyarakat sudah beralih ke media media online.

Namun sayangnya, menurut Hendri, hidup media online ini setengah-setengah. Sehingga bisa dikatakan media online hidupnya stunting.

Hendri mengatakan, agar media online tetap hidup harus menyajikan berita berbeda dengan media siber lainnya. Dalam arti kata menyajikan berita investigasi, eksklusif, dan fokus lokal.

Dikatakan Hendri hasil penelitian, jika wartawan hanya membuat berita rilis maka ke depannya sudah dipastikan mati.

Namun untuk tetap hidup, wartawan harus membuat berita yang mengupas sisi lain dari suatu peristiwa.

Sementara itu, dosen Fisip Unsri, Dr Andreas Lionardo, MSi menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam hal ini kualitas seorang wartawan.

Menurut Andreas, sudah saatnya wartawan harus beralih menulis berita berdasarkan data yang valid. Hal ini penting agar media massa baik cetak, elektronik, dan media online tetap hidup.

“Wartawan harus memiliki kemampuan statistik dan memiliki big data. Ini penting agar pembaca disuguhi berita yang benar-benar memiliki data,” katanya. (edo)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts