Jakarta, sumselupdate.com – Presiden Joko Widodo telah mengumumkan anggota kabinet pemerintahannya bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Rabu (23/10/2019) pagi. Namun Jokowi tak mengakomodasi semua partai politik pendukungnya. Dari sembilan parpol pendukung, mantan Gubernur DKI Jakarta itu hanya mengambil kader dari lima parpol yang punya kursi di parlemen periode 2019-2024.
Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah menuturkan muncul suara-suara dari kader di daerah yang mempertanyakan keterwakilan Hanura dalam kabinet.
Padahal saat pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin mendaftar sebagai pasangan calon pada 10 Agustus 2018 lalu, sebanyak 16 kursi Hanura di Dewan Perwakilan Rakyat dipakai untuk memenuhi syarat dukungan.
“Kawan-kawan di daerah heran begitu dalam pemilihan menteri, Hanura tidak terpakai. Padahal saat pendaftaran pakai kursi Hanura,” ujar Inas. Seperti diketahui, pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum mengatur bahwa parpol atau gabungan parpol harus memiliki 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional pada Pemilu 2014 lalu untuk bisa mengusung pasangan capres dan cawapres.
Inas juga menyebut, Hanura sudah berada di kubu Jokowi bahkan sejak Pilpres 2014 lalu. “Kita juga tahu begitu Hanura memutuskan kembali mendukung Jokowi untuk periode kedua, kader Hanura berjuang mati-matian sosialisasikan visi misi Presiden,” ujar Inas.
Namun meski begitu, Inas menyatakan tetap mendukung apapun keputusan Jokowi.
“Yang penting buat saya, kabinet sudah terpilih dan terbentuk pemerintahan berjalan dengan baik,” katanya. “Sementara Soal sikap Hanura selanjutnya, kita serahkan semuanya pada ketua umum. Saya yakin sudah ada komunikasi.”
Awal Juli lalu, Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang alias OSO memberi sinyal partainya mengincar jatah kursi menteri pemerintahan periode kedua Joko Widodo. Hal menurut OSO wajar karena Hanura merupakan bagian dari koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.
“Setelah kerja-kerja keras, harus dapat hasilnya yang maksimal,” kata OSO usai mendatangi kediaman Ma’ruf Amin di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/7) silam. Hal itu kembali diungkap OSO sesuai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (24/7) silam.
Ketika itu, OSO menyatakan ada pembahasan masalah kabinet dengan Jokowi. Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu mengaku ditanya Jokowi soal usulan kader Hanura untuk masuk kabinet. Tidak tanggung-tanggung. OSO mengusulkan 40 kader Hanura di kabinet Jokowi.
“Soal kabinet itu ternyata belum ada apa-apa belum disusun malah tanya sama saya, ‘Pak Oesman, kira-kira usul Pak Oesman berapa itu anggota yang bakal diusulkan?’ Saya bilang, ‘Nggak banyak, Pak, 40.’ ‘Loh Bapak kalah kok mengusulkan 40?’ (Menirukan kalimat Jokowi, red). ‘Loh, Pak, kalau menang, saya nggak ngusulin apa-apa,’” ujar OSO saat itu.
Sementara, Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono mengatakan bahwa susunan kabinet diyakini telah dipikirkan sampai matang oleh Jokowi dan Ma’ruf Amin. “Artinya para tokoh yang duduk di kursi kabinet adalah mereka yang terbaik,” ujar Diaz melalui rilisnya pada wartawan, Rabu (23/10/2019). (adm3/dtc)











