Hindari Tragedi Terulang, Jamaah Haji Diimbau Taati Aturan Melontar Jumrah

Jumat, 2 Agustus 2019
Penanggung jawab maktab 54 urusan thawaf qudum dan pelontaran jumrah, Walid Syeikh (tengah).

Mekkah, Sumselupdate.com – Untuk menghindari tragedi yang tidak diinginkan, jamaah haji diimbau menaati aturan yang telah dibuat oleh pihak berwenang.

Ketaatan ini perlu diperhatikan, mengingat jumlah jamaah haji dari seluruh dunia tahun ini juga kian meningkat.

Read More

Hal tersebut disampaikan penanggung jawab maktab 54 urusan thawaf qudum dan pelontaran jumrah, Walid Syeikh di hadapan pengurus kloter di Hotel Faissal 1 Mekkah, Kamis (1/8/2019).

“Kita tidak ingin tragedi 2015 yang menelan banyak korban saat melontar jumrah terulang kembali. Untuk itu kita telah membuat aturan dan jadwal terkait pelontaran jumrah yang wajib ditaati oleh seluruh jamaah,” ujarnya.

Diakui Walid, saat ini jadwal tersebut masih menunggu pengesahan Kementerian Arab Saudi. Nanti, begitu sudah disahkan, jadwal itu akan langsung dibagikan dan dirapatkan dengan seluruh petugas kloter.

“Jadwal itu juga akan dibuat dalam bentuk modul besar yang akan ditempel di tenda-tenda sehingga semua jamaah haji dapat melihatnya,” kata Walid.

Selain jadwal, penanggung jawab Jamarat akan membagikan peta dan larangan yang harus dipatuhi jamaah. Semua ini, lanjutnya, demi kenyamanan dan keamanan jamaah.

Meski sudah ada jadwal, tapi penanggung jawab jamarat tetap akan tetap memperhatikan situasi dan kondisi yang ada.

“Misalnya, meski masih sesuai jadwal, tapi terjadi penumpukan di lokasi maka kami akan menghentikan sementara pemberangkatan hingga situasi normal,” jelasnya.

Walid memaparkan, usai dari Arafah jamaah akan diangkut dengan bus menuju Muzdalifah dan Mina. Dengan demikian, tidak ada jamaah yang jalan kaki dalam pemberangkatan di rute ini.

Begitu sampai di Mina, jamaah haji akan terus dipandu menuju Jamarat. Dalam perjalanan menuju Jamarat ini jamaah dilarang membawa tas jinjing. Yang diperbolehkan hanya membawa tas tenteng, yakni tas tempat menyimpan dokumen paspor.

“Dalam perjalanan ke Jamarat nanti, setiap rombongan akan ditemani oleh petugas dari kami yang dibekali GPS sehingga pergerakannya akan terpantau,’” ungkapnya.

Dia pun meminta kepada para petugas kloter agar dalam menyusun rombongan untuk melontar jumrah nanti jumlahnya berkisar 200 hingga 250 orang per rombongan.

Berkenaan dengan batu kerikil yang akan digunakan untuk melontar jumrah, Walid mengatakan, pihaknya telah menyiapkan batu tersebut lengkap dengan wadahnya. Batu tersebut dapat diambil begitu kegiatan Arafah sudah selesai. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts