Palembang, Sumselupdate.com – Peserta yang terdiri dari pimpinan, pengelola, dosen, dan pegawai di lingkungan Universitas PGRI Palembang antusias mengikuti kegiatan kuliah umum yang disampaikan Dr KH Abdul Wahid Maktub (Gus Wahid) Staf Khusus Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.
Kuliah umum ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Bukman Lian, MM, MSi di Aula Drs H Aidil Fitri Syah, MM Gedung Business Science Center Lantai 5 Universitas PGRI Palembang, Selasa (16/7/2019).
Hadir di acara pembukaan kuliah umum tersebut, Wakil Rektor 3, Drs Sukardi, MPd, Drs Djamaani Jakfar, MPd (Sekretaris YPLP-PT PGRI Provinsi Sumsel), para dekan, wakil dekan, kepala biro, kepala unit, dosen, pengelola dan pegawai serta pimpinan lainnya di lingkungan Universitas PGRI Palembang, dan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr H Bukman Lian, MM, MSi mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya
Rektor juga mengucapkan selamat datang kepada Dr Gus Wahid di Kota Palembang dan terkhusus di Kampus Universitas PGRI Palembang.
Bukman menyatakan kuliah umum ini dilakukan dalam rangka memasuki era globalisasi, era revolusi industri 4.0 di mana sekarang antar-negara serasa tidak ada jarak lagi.
Oleh karena itu, kuliah umum ini mengangkat tema ‘Kesiapan Lembaga dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Inovatif dan Kompetitif Dalam Menghadapi Era Industri 4.0 dan Menyongsong 5.0’.
Dikatakan Rektor, Universitas PGRI Palembang merupakan perguruan tinggi terbaik pertama di Sumsel dan terbaik kedua di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II.
Ada dua penghargaan yang disabet Universitas PGRI Palembang, yakni yang pertama Kepeloporan/Insan Teladan LLDikti Wilayah II Tahun 2019.
Kemudian, penghargaan kedua Kategori Penilaian Aspek Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia Tahun 2019, kelompok universitas dan institut di lingkungan LLDikti Wilayah II.
Sementara itu, dalam paparannya Dr Gus Wahid menjelaskan berbagai isu yang sedang hangat saat ini. Beliau mulai dengan berbagai hal tentang ‘New Realities of Global’ di mana kondisi dunia sekarang sudah ‘Connected and Integrated’.
Mantan Duta Besar RI untuk Qatar dan Konsul Jendral di Saudi Arabia ini mengatakan, sekarang ini semuanya serba cepat dan lebih mudah terlebih masalah komunikasi asal tahu caranya. Dan yang paling penting harus ada ‘Communication and Collaboration’.
Menurutnya, New challenges adalah tantangan-tantangan baru sekarang ini yang volatile, uncertain, complex, dan ambigious butuh new respond.
“Jadi para dosen harus selalu ‘update info’, kalau tidak mahasiswa akan merasa segala sesuatu atau informasi yang disampaikan dosen itu sudah usang. Karena semuanya sudah ada di youtube dan media sosial lainnya.
Dikatakannya, tantangan-tantangan baru ini dapat menyebabkan ‘miscommunication, misconception, serta miscalculation’.
Oleh karenanya ‘new respond’ atau reaksi harus cepat melalui ‘Vision, Understanding, Clarity, dan Agility’.
Lebih lanjut Gus Wahid menyatakan pada intinya dalam menghadapi era revolusi 4.0 dan menyongsong 5.0, perlu melakukan ‘good communication and Collaboration’.
Individu, masyarakat, atau PT yang akan tetap berhasil atau exist di masa mendatang adalah individu, masyarakat, dan PT yang adaptif serta responsif terhadap perubahan.
Selanjutnya, menurut Gus Wahid, sudah saat mengubah ‘paradigm shape’. Jangan gunakan ‘yesterday’s logic’, cara berfikir lama dengan kata lain kita harus mengubah ‘mind set’.
“Revolusi industri harus diikuti dengan revolusi diri, kita harus lebih mengenal Tuhan. Era revolusi 4.0 ini segalanya akan semakin murah, semakin cepat, dan semakin lebih baik. Namun demikian, dalam menghadapi era industri 4.0 dan menyongsong 5.0 ini kita janganlah ‘selfish’, hanya mementingkan diri sendiri tapi kita harusnya ‘unselfish’. Kita harus berbaur dengan orang lain, rendah hati, hidup untuk orang lain, dan siap melayani orang lain,” kata Gus Wahid.
Suasana kuliah umum ini benar-benar hidup dan interaktif. Berbagai pertanyaan juga diajukan oleh para peserta dan semuanya mendapat respond atau tanggapan yang baik dari Gus Wahid.
Sehubungan dengan berbagai informasi yang disampaikan Gus Wahid, beberapa orang peserta seperti Dr Nilawati, Dr Syaiful, dan Verawati menyatakan sangat senang dan mendapat berbagai informasi yang inspiratif dan sangat bermanfaat. (hyd)











