PALI, Sumselupdate.com – Pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir(PALI) begitu antusias diikuti para orangtua.
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) PALI, jumlah keseluruhan anak di bawah usia 17 tahun di Bumi Serapat Serasan berjumlah 55.480 orang.
Sementara untuk anak yang sudah memiliki KIA berjumlah 38.921 orang. Data tersebut berdasarkan sejak pertama kali Disdukcapil Kabupaten PALI meluncurkan program pembuatan KIA pada April 2016 lalu.
“Alhamdulillah, lebih dari 50 persen anak di Kabupaten PALI sudah memiliki KIA. Kedepan ini akan kita tingkatkan lagi dengan cara jemput bola,” ucap Kepala Disdukcapil PALI Rismaliza, Rabu (26/6).
Menurut Rismaliza, untuk anak yang telah miliki KIA didominasi anak sekolah PAUD sampai SD dengan rentan usia 5-10 tahun. Sementara untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) seakan masih minim.
Lantaran usianya hampir mendekati 17 tahun, sehingga menunda untuk langsung membuat e-KTP.
“Untuk anak yang sudah banyak memiliki KIA itu siswa PAUD dan SD. Kita juga ada Desa percontohan GISA (Gerakan Indonesia Sadar Administrasi) di Desa Betung dan Pandan Kecamatan Abab dan Tanah Abang,” ujarnya.
Untuk mengurus KIA, kata Rismaliza, sangat mudah, sebab untuk pembuatan KIA bisa ditunggu.
“Persyaratannya cukup bawa Kartu Keluarga (KK) dan akte kelahiran anak, sertakan juga pas foto bagi anak usia 5 tahun sampai usia satu hari sebelum berumur 17 tahun,” katanya.
Sementara itu, menyikapi masih adanya sekolah yang belum mencantumkan syarat adanya KIA pada penerimaan siswa baru, pihaknya bakal melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan.
“Kita akan koordinasi dengan Disdik agar memasukan syarat memiliki KIA bagi calon siswa baru agar pengurusan administrasi kependudukan bagi anak semakin tinggi,” harapnya.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Pendidkan Kabupaten PALI Kamriadi berkata, sejauh ini pihaknya belum mewajibkan syarat bagi siswa yang baru harus sudah memiliki KIA.
“Memang untuk sementara ini KIA belum menjadi syarat wajib untuk anak masuk sekolah baru. Kedepan akan terus kita upayakan sesuai intruksi dari pusat,” katanya. (adj)











