Danrem 044/Gapo Pimpin Rakor Penanggulangan Karhutla

Kamis, 2 Mei 2019
Rapat koordinasi penanggulangan karhutla.

Palembang, Sumselupdate.com – Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono memimpin rapat koordinasi Siaga Darurat Karhutla Sumsel 2019, di Posko Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Karhutla, di Kantor BPBD Provinsi Sumsel, Kamis (2/5/2019).

Kolonel Arh Sonny Septiono selaku Dansatgas Karhutla Sumsel menyampaikan, bahwa rapat satgas ini diselenggarakan sesuai dengan Skep Gubernur Sumsel Nomor 196/KPTS/BPBD-SS/2019 tentang Pembentukan Posko Sagas Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Karhutbunla di Sumsel.

Read More

“Saya mengharapkan kerja samanya dalam menanggulangi Karhutbunla ini. Pada 2018 kemarin, Kami menerima penghargaan dari Mabes TNI untuk Provinsi terbaik dalam menanggulangi Karhutla dengan daerah bebas asap pada saat even Asian Games di Palembang,” terang Danrem.

Sonny berharap setiap pihak terkait dengan penanggulangan Karhutla semua dapat mempertahankan kinerja yang baik ini, kedepan jangan sampai penghargaan yang kita peroleh sekarang diambil oleh orang lain.

“Kepada rekan kerja semua yang saya nilai telah handal dalam bekerja menanggulangi Karhutla dari tahun ke tahun, marilah kita saling berkerja sama, bahu membahu antara satu dengan yang lainnya untuk bersama-sama bekerja keras dalam menanggulangi Karhutla ini,” ucapnya.

“Kepada semua instansi yang terlibat langsung untuk sama-sama mensosialisasikan masalah Karhutla ini dengan memberikan penjelasan kepada masyarakat agar tidak membakar lahan pada saat membuka kebun apa lagi pada areal lahan gambut,” tagas Kolonel Sonny.

Sementara itu Kepala BPBD Sumsel H Iriansyah menyampaikan, agar seluruh instansi yang terkait dalam penanggulangan Karhutla, bahu membahu membantu penanganan Karhutla agar pada tahun ini dapat ditekan angka hotspot dengan kendala lahan gambut yang luas dan cuaca yang panas.

“Mari kita sosialisasikan kepada masyarakat diseluruh wilayah yang di daerahnya rawan kebakaran dan kami dari pihak BPBD Prov.Sumsel siap membantu sepenuhnya,” terangnya.

Sedangkan Benny, dari BMKG menjelaskan, bahwa situasi prakiraan cuaca dan iklim kedepan yang akan dihadapi di wilayah Sumsel akan memasuki musim kemarau dan, oleh karenanya untuk pencegahan Karhutla perlu diwaspadai.

“Sekarang ini kita sudah memasuki masa transisi dimana kita sudah merasakan cuaca yang sangat panas pada siang hari tidak seperti biasanya, secara umum musim kemarau di wilayah Sumsel akan dimulai Maret hingga Juli, puncaknya terjadi Agustus sampai Oktober,” jelas Benny. (adi)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts