Pasca Teror Bom, Sri Lanka Blokir Akses Media Sosial

Senin, 22 April 2019
Aparat keamanan Srilangka berjaga-jaga di dekat lokasi ledakan bom.

Kolombo, Sumselupdate.com – Ledakan bom terjadi di tiga gereja dan hotel di Sri Lanka pada Hari Raya Paskah, 21 April 2019. Akibat dari peristiwa itu, hingga kini 138 orang dikabarkan tewas.

Dari 138 korban tewas, sebagian adalah warga negara asing. Dilaporkan, setidaknya ada 50 warga asing yang meninggal dunia.

Read More

Jumlah korban tewas diperkirakan masih bisa bertambah, dari para korban yang kritis maupun potensi yang belum ditemukan. Otoritas Sri Lanka menyatakan, sudah mensterilkan area-area yang diserang.

Hotel-hotel mewah yang menjadi sasaran bom hari ini, diketahui adalah penginapan yang sangat populer di kalangan turis asing maupun pebisnis di negara tersebut.

Untuk mencegah menyebarnya kabar yang simpang siur, pemerintah Sri Lanka memberlakukan blokir sementara terhadap berbagai media sosial di negara tersebut. Termasuk, Facebook, WhatsApp dan Viber. Seperti dilansir dari Engadget, Minggu 21 April 2019.

Juru bicara Kepresidenan Sri Lanka, Udaya Seneviratne mengatakan, hal itu dilakukan untuk menahan semua informasi yang tidak jelas, agar tidak menyebar di dunia maya.

Meski beberapa pengembang media sosial telah berusaha menambahkan fitur khusus untuk mencegah munculnya berita hoax, namun tampaknya hal itu dianggap masih kurang efektif oleh pemerintah negara tersebut. (adm3/vvn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts