Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe dan Kepala Kanwil DJP (Sumsel-Babel), Imam Arifin melakukan penandatanganan (MoU) Perpajakan.
Penandatangan nota kesepahaman antara Kanwil DJP (Sumsel-Babel) dengan Pemkot Lubuklinggau dirangkai dengan launching program Business Development Services (BDS)-Rumah Kreatif BUMN Bank Mandiri (RKB) di Hotel Smart, Kamis (11/4/2019).
Sebelumnya untuk meningkatkan tali silahturahmi antara dua pihak dilakukan makan siang bersama di Barchetta, Lippo Mall Kota Lubuklinggau.
Tampak turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono, Kajari Hj Zairida, Kepala KPP Pratama Lubuklinggau, Ronny Johannes Purba serta undangan lainnya.
Kepala Kanwil DJP (Sumsel-Babel), Imam Arifin menegaskan untuk agenda penandatanganan MoU Perpajakan pihaknya dengan Pemkot Lubuklinggau, maka mulai kemarin akan dioptimalkan pertukaran data, termasuk dalam program Konfirmasi Status Wajib Pajak (KSWP).
“Kita sepakat untuk optimalkan data yang masuk di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) di daerah dengan data KSWP. Artinya orang yang mau membuka usaha di Lubuklinggau sebelum diberikan izin dia wajib memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan patuh menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Tujuannya, agar memastikan kedepan setelah mereka mendapat manfaat dari usaha tersebut, mereka patuh membayar pajak,” jelas Imam.
Kemudian bersama Bank Mandiri mencoba memfasilitasi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Lubuklinggau agar mendapatkan pelatihan.
“Melalui kesempatan belajar ini, diharapkan usahanya naik kelas dari UMKM menjadi usaha menengah bila perlu menjadi pionir bisnisman di Lubuklinggau,” ungkapnya kepada wartawan.
Senada diungkapkan Kepala KPP Pratama Lubuklinggau, Ronny Johannes Purba dihadapan wartawan mengatakan untuk agenda MoU perpajakan dilaksanakan untuk meningkatkan kontribusi penerimaan pajak, retribusi dan pajak daerah. Dengan cara pelatihan bersama dan pertukaran data sesuai aturan.
“Untuk program BDS-RKB ini dicanangkan oleh Kemenkeu dan Kementrian BUMN, bagaimana dari Dirjen Pajak dan BUMN di daerah mampu memberikan dukungan kepada pelaku UMKM agar meningkatkan kompetensi mereka. Untuk Lubuklinggau koordinatornya Bank Mandiri, sehingga kita bekerja sama dengan RKB Bank Mandiri. Kegiatannya, dengan memberikan pembinaan dan pelatihan, sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM itu sendiri,” pungkasnya. (and)











