BKSDA PLG Bukit Serelo Diserang Warga, Apa Sebab?

Selasa, 5 Maret 2019
Kerusuhan di Kantor BKSDA Bukit Serelo.

Lahat, Sumselupdate.com – Warga bertindak anarkis pasca Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mencabut bibit karet yang sebelumnya ditanam warga di kawasan Hutan Suaka Alam Kelompok Hutan Pusat Latihan Gajah (PLG) Isau Isau atau PLG Bukit Serelo, pada  Senin (4/3).

Sebelumnya di kawasan tersebut ditanami sekitar 500 bibit karet oleh warga Dusun Padang Baru, Desa Padang, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat. Karena sekitar 3 bulan sebelumnya telah dilakukan mediasi yang disebut bahwa kawasan itu adalah hutan suaka, namun warga tetap bersikukuh mengklaim itu lahan mereka.

Pencabutan bibit pohon karet dikawal oleh anggota Polsek Merapi, dibantu dari jajaran Polres Lahat serta Koramil Merapi. Namun sore harinya masyarakat Dusun Padang Baru dipimpin Samro mendatangi Kantor BKSDA untuk menanyakan pencabutan bibit pohon karet yang mereka tanam sebelumnya.

Menurut Dandim 0405 Lahat melalui Pasi Intel Kapten Inf Purwadi mengatakan bahwa sebagai upaya pengaman dari Koramil, Polsek Merapi dan dibantu Kepala Desa Padang melakukan mediasi dengan warga Dusun Padang Baru untuk meredam kemarahan warga.

Namun tidak  membuahkan hasil sehingga terjadi tindakan anarkis yang dilakukan masyarakat, berupa pengejaran dan pemukulan terhadap pegawai BKSDA dan pengrusakan Kantor BKSDA dengan melempar batu dan kayu. “Aksi pencabutan bibit karet yang dilakukan pegawai Kantor BKSDA menyebabkan warga marah sehingga terjadi aksi anarkis dengan melakukan pengrusakan terhadap kantor sampai saat ini belum ada penyelesaian,” ujarnya.

Purwadi menambahkan bahwa dimungkinkan akan terjadi tindakan anarkis terhadap kantor BKSDA, apabila permasalahan tersebut tidak diselesaikan, perlu penjagaan dan mediasi.

Diketahui bahwa kawasan hutan suaka tersebut sudah ada sejak sekitar akhir tahun 1987 dan pencanangannya dihadiri Menteri Kehutanan pada masa itu.

Di sekitar kawasan sudah ada papan bertuliskan kawasan suaka hal ini penulis dapat dari informasi beberapa tokoh masyarakat setempat. Selain ini peringatan, sosalisasi dan mediasi bahwa kawasan suaka tersebut dilarang ditebang dan dijadikan lahan perkebunan sudah dilakukan pihak BKSDA, tapi warga tidak menggubris. (sof)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts