Palembang, Sumselupdate.com – Pergerakan Sriwijaya FC dalam membentuk tim untuk mengarungi kompetisi Liga 2 terbilang lambat. Jika klub lain sudah bermanuver merekrut sejumlah pemain, beda halnya dengan Sriwijaya FC yang belum memiliki amunisi tetap.
Pasca terdegradasi ke Liga 2, Sriwijaya FC yang nyaris kehilangan semua pemain hanya diperkuat pemain lokal dan pemain muda binaan yang direkrut dari tim junior saat tampil di Piala Indonesia.
Status mereka ketika tampil di Piala Indonesia hanya memperkuat tim selama turnamen berlangsung, tanpa kejelasan kontrak untuk mengarungi kompetisi Liga 2. Hal yang terbilang aneh, namun cukup wajar.
Di masa transisi perpindahan jajaran manajemen, Sriwijaya FC belum bisa memberi kepastian terhadap seluruh pemain sebelum digelarnya rapat umum pemegang saham atau RUPS.
Selain itu masalah finansial juga cukup mempengaruhi karena kondisi keuangan yang belum stabil. Meski demikian, Sriwijaya FC bukannya tanpa pergerakan. Diam-diam Laskar Wong Kito sudah menyusun kerangka tim untuk berjuang di Liga 2.
Manajemen rencananya ingin Sriwijaya FC diperkuat 26 pemain, dengan mayoritas para pemain lokal asal Sumatera Selatan. Mantan manajer Sriwijaya FC, Ucok Hidayat juga cukup mengapresiasi kebijakan ini.
Menurut Ucok, Sriwijaya FC memang sudah sewajarnya mempercayai talenta lokal untuk menjadi tulang punggung tim. Meskipun mayoritas pemain masih cukup muda, namun secara kualitas tetap bisa bersaing.
“Untuk merekrut pemain harus disesuaikan dengan anggaran. Sekarang ada duit gak? Kalau keuangan cukup terbatas lebih baik berdayakan pemain lokal. Kualitasnya saya lihat cukup bagus,” ujar Ucok, Kamis (28/2/2019).
Bagi Ucok, situasi Sriwijaya FC saat ini memang cukup berbeda ketika dia masih menjabat sebagai manajer. Ketika itu, Sriwijaya FC yang mengusung target menjadi juara Liga 1 justru mengambil kebijakan untuk banyak merekrut pemain jadi.
“Waktu itu kan kita tidak ingin ambil resiko, jadi kita rekrut pemain matang. Tapi tetap pemain lokal kita ada, dan kualitasnya bisa bersaing. Sekarang sudah saatnya percayakan talenta lokal agar punya pengalaman saat kembali ke Liga 1,” jelasnya.
Pada empat laga Piala Indonesia di babak 32 besar dan 16 besar, Sriwijaya FC memang mayoritas diperkuat pemain lokal yang berusia cukup muda. Di antaranya Rizky Ramadhana, Hapit Ibrahim, Untung Wibowo dan Yogi Novrian.
Meski gagal melaju ke fase perempatfinal, namun performa Sriwijaya FC dengan skuat lokal sudah cukup memuaskan.
Dengan persiapan yang singkat Sriwijaya FC mampu menaklukkan PS Keluarga USU Medan di babak 32 besar dan mampu merepotkan Madura United di fase selanjutnya. (tra)











