Ketinggian Air Capai Dua Meter, Ratusan Rumah Warga Desa Semangus Lama Mura Terendam Banjir

Selasa, 19 Februari 2019
Camat Muara Lakitan Freewan Novio dan Kapolsek Muara Lakitan Iptu Romi, SH, MH beserta Kepala BPBD Mura Paisol melakuan peninjauan ke lokasi banjir, Senin (18/2/2019).

Muarabeliti, Sumselupdate.com – Ketinggian air di Desa Semangus Lama, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musirawas (Mura) sudah mencapai dua meter.

Musibah banjir mengakibatkan terisolirnya dua dusun di Desa Semangus Lama lantaran akses jalan rusak akibat terendam air.

Read More

Tak hanya akses jalan terputus, banjir juga merendam ratusan rumah warga. Meski banjir sudah melumpuhkan aktivitas, warga setempat masih bertahan dan enggan dievakuasi petugas.

Meluasnya banjir ini terungkap saat Camat Muara Lakitan Freewan Novio dan Kapolsek Muara Lakitan Iptu Romi, SH, MH beserta Kepala BPBD Mura Paisol melakuan peninjauan ke lokasi, Senin (18/2/2019).

Ketiga pejabat Mura ini melakukan peninjauan banjir di Desa Semangus Lama dengan perahu ketek. Ketiganya pun meninjau jembatan gantung dan banjir di Desa Sungai Pinang.

Usai meninjau lokasi banjir, Kepala Desa Semangus Lama, Jusani (40) menjelaskan, banjir terjadi akibat meluapnya aliran Sungai Musi.

Banjir yang melanda daerahnya merupakan banjir musiman sudah terjadi setiap tahun saat memasuki musim penghujan.

“Sudah dua hari banjir ini. Air luapan Sungai Musi meningkat terjadi pagi tadi, telah merendam 300 rumah dengan sebanyak 500 kepala keluarga,” terangnya.

Menurut Jusani, musibah banjir sudah menganggu aktivitas keseharian warga. Terkhusus merusak jalan sehingga dua dusun menjadi terisolir.

“Akses jalan rusak. Dua dusun Panglero dan Sopa masuk wilayah Desa Semangus Lama terisolir dan aktivitas lumpuh total,” bebernya.

Sementara Itu, Camat Muara Lakitan Frewan Nopio mengaku, pemerintah kecamatan telah mengetahui kondisi terjadinya banjir luapan Sungai Musi.

Dikatakannya, hingga sekarang banjir sudah melanda dari Desa Semangus Lama, Desa Prabumulih I, dan Desa Sungai Pinang.

“Di Desa Sungai Pinang banjir merendam 50 rumah, di Desa Prabumulih hingga kini belum terdata,” jelasnya.

Adapun upaya yang dilakukan, yakni berkordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan guna dilakukan upaya evakuasi.

“Kita sudah lakukan pendataan. Dan posko kesehatan sudah didirikan. Untuk lainnya secara lisan sudah dilaporkan ke Dinsos mudah-mudahan bantuan sembako diturunkan,” tandasnya.

Mengenai relokasi bagi warga, menurut dia, melihat situasi. Jika sampai seminggu air belum juga surut, bakal dilakukan upaya evakuasi.

Sedangkan Kapolsek Muara Lakitan, Iptu M Romi, SH, MH mengatakan, sudah menurunkan Babinkamtibmas dan Babinsa.

“Kita juga sudah mengimbau anak-anak sekolah supaya jangan mandi di sungai. Imbauan ini kami lakukan jangan sampai ada korban,” tegasnya.

Ditambahkannya, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan unsure Tripika mengenai naik atau turunnya debit air. “Kita sudah siapkan perahu. Kalau sifatnya urgent kita gunakan perahu,” paparnya.

Terpisah seorang warga Din mengatakan jembatan gantung nyaris putus sudah terjadi sejak Minggu (17/2/2019), sekitar pukul 02.00.

Akibatnya masyarakat yang mau menyeberang sungai terpaksa menggunakan perahu. “Kalau mau menyeberang harus memakai perahu atau ketek. Begitu juga kalau mau membawa hasil bumi,” pungkasnya. (ain)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts