Cegah Transmisi Penyakit Menular Melalui Surveilans Epidemiologi

Kamis, 25 Februari 2016
Caption Foto : Dr Amelia, MKes saat memaparkan materi pada pertemuan Tatalaksana Kegawatdaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia di ruang rapat Dinkes Muba, Rabu (24/2) kemarin.

Sekayu, Sumselupdate.com,-  Guna mencegah transmisi penyakit menular yang mungkin terbawa keluar dan masuk ke tanah air melalui surveilans epidemiologi jamaah umroh, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar pertemuan Public Health Emergency of Internasional Concern (PHEIC) atau Tatalaksana Kegawatdaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia, di ruang rapat Dinkes Muba, Rabu (24/2) kemarin.

Kepala Dinkes Muba dr H Taufik Rusydi, MKes melalui Sekretaris Dinkes Muba H M Madali, SKM, MM pada saat membuka pertemuan mengatakan bahwa PHEIC adalah kejadian luar biasa yang merupakan ancaman kesehatan bagi negara Indonesia maupun negara lain yang mungkin membutuhkan koordinasi Internasional dalam penanggulangannya.

Read More

Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan skill dan pengetahuan selaku petugas kesehatan di Kabupaten Muba dalam melaksanakan pencegahan, melindungi dan mengendalikan penyebaran penyakit lintas negara dengan melakukan tindakan sesuai dengan resiko kesehatan yang dihadapi tanpa menimbulkan gangguan yang berarti bagi lalu lintas dan perdagangan internasional, serta melaksanakan surveilans penyakit.

“Setelah mengikuti pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kinerja yang ada, sehingga derajat kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia khususnya masyarakat Kabupaten Muba dapat tercapai sesuai dengan harapan”, tutupnya.

Senada dengan itu, Narasumber dari kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Palembang dr Amelia, MKes memaparkan tujuan surveilans epidemiologi pasca umroh di pintu masuk negara adalah terpantaunya kondisi kesehatan jamaah umroh pasca kepulangan dari Arab Saudi, sebagai upaya deteksi dini terhadap penyakit menular yang berpotensi menjadi kejadian luar biasa (KLB) serta sebagai peningkatan upaya system kewaspadaan dini (SKD) KLB.

“Beberapa peran yang dapat dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota antara lain meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya penyakit Mers CoV dan penyakit menular lainnya dari negara terjangkit, mengintensifkan komunikasi resiko pada masyarakat umum tentang pengenalan gejala, resiko penularan dan pencegahannya melalui media cetak maupun elektronik, mengintensifkan kewaspadaan dan penguatan kerjasama antara pusat pelayanan kesehatan dengan pelaku sektor pariwisata termasuk travel haji dan umroh serta melakukan pengawasan terhadap kondisi kesehatan jamaah umroh sampai dengan dua minggu atau 14 hari pasca kepulangan dari Arab Saudi”, paparnya. (est)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts