Palembang, Sumselupdate.com – Perkembangan zaman yang serba dilakukan dengan teknologi seakan menggerus warisan budaya. Maraknya permainan semacam PS, Nintendo, X-box dan sejenisnya membuat anak-anak saat ini tak lagi mengenal permainan tradisional, seperti petak umpet, galasin, dampu, bentengan, lompat tali, cutik, congkak/dakon, atau bekel.
Hal inilah menjadi salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam membentuk karakter anak bangsa dengan Mengenalkan kembali permainan tradisional kepada siswa sekolah dasar (SD).
Permainan tradisional dinilai memiliki peran penting dalam mendidik karakter anak. Usia anak-anak merupakan masa emas yang harus diberdayakan dengan optimal. Hal itu disampaikan Fungsional Umum Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumbar Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Wilayah Kerja Sumbar, Bengkulu dan Sumsel, Maryetti, Kamis (8/11/2018).
Dia mengungkapkan, mengenalkan permainan tradisional menjadi salah bentuk realisasi Undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan dalam pembentukan karakter anak. “Pengenalan permainan tradisional ini bertujuan pembentukan karakter siswa sejak dini,” ujarnya.
“Saat ini anak gemar bermain gadget dan tidak mengetahui permainan tradisional yang sebenarnya memiliki banyak manfaatnya bagi siswa,” ungkapnya.
Dijelaskan Maryetti, ada sepuluh macam permainan tradisional yang dikenalkan kembali pada siswa seperti permainan lompat karet, kelereng, egrang, bakiak dan lain sebagainya.
“Karakter yang dapat dibentuk dalam permainan tradisional ini yakni kejujuran, kerja sama, menghormati teman, keberanian dan lain sebagainya. Semuanya sangat bermanfaat bagi anak-abak dalam masa perkembangan,” pungkasnya. (sbw)











