Palembang, sumselupdate.com – Kompetisi Liga 1 dihentikan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan. PSSI mengambil kebijakan tersebut pasca insiden pengeroyokan oknum suporter Persib Bandung yang mengakibatkan meninggalnya seorang The Jak Mania, Haringga Sirla.
Dihentikannya kompetisi yang tengah bergulir memang sangat merugikan. Namun tidak demikian bagi Sriwijaya FC. Ditengah keterpurukan tim yang tidak pernah meraih kemenangan dalam lima laga terakhir, skuad Laskar Wong Kito mencoba mengambil sisi positif.
Jeda kompetisi akan dimanfaatkan untuk mempersiapkan tim lebih matang. Sehingga Sriwijaya FC dapat kembali meraih kemenangan pada pekan ke-24 Liga 1, saat menjamu Bali United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.
“Kompetisi memang dihentikan sementara, tapi latihan tetap. Kita berharap agar pada jedah kompetisi ini tim Sriwijaya FC dapat mempersiapkan diri lebih matang, lebih kompak lagi,” ujar Manajer Sriwijaya FC, Ucok Hidayat, Rabu (26/9/2018)
Berdasarkan jadwal sebelumnya, Sriwijaya FC akan menjamu Bali United pada Sabtu, 29 September 2018. Namun karena sepakbola Indonesia tengah berduka, pertandingan kedua tim akan dijadwal ulang.
Manajemen Sriwijaya FC sudah menerima surat resmi dari PT Liga Indonesia Baru. Bahwa penghentian sementara kompetisi Liga 1 sebagai belasungkawa karena peristiwa yang terjadi saat Persib menjamu Persija Jakarta, Minggu 23 September 2018.
Perlunya alokasi waktu khusus ini untuk koordinasi antara PSSI, PT Liga Indonesia Baru dan klub, serta investigasi menyeluruh atas insiden yang terjadi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
“Keuntungannya tentu untuk meningkatkan kepercayaan diri tim. Kekompakan tim jadi modal penting karena di paruh musim ada beberapa pemain yang baru bergabung. Dengan adanya latihan yang continue, tim akan lebih solid. Jadi tidak ada rugi, yang rugikan bukan kita,” jelas Ucok.
Hingga pekan ke-23 Liga 1, skuad besutan Subangkit masih terpuruk di peringkat 14 klasemen sementara. Mengoleksi 27 poin, Sriwijaya FC hanya berjarak tiga angka dari Perseru Serui yang menempati posisi 16 atau batas akhir zona degradasi.
Keterpurukan ini merupakan imbas dari hasil buruk yang diraih Sriwijaya FC karena hanya mampu meraih satu poin dalam lima laga terakhir. Satu-satunya laga yang tidak diakhir Sriwijaya FC dengan kekalahan ialah kala menjamu Persebaya Surabaya.
Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Jakabaring, 16 September 2018, kedua tim bermain imbang 3-3. Sedangkan empat laga lainnya berujung dengan kekalahan. (tra)











