Palembang, Sumselupdate.com – Pihak SMA Negeri 3 Palembang mengakui bahwa jajaran guru telah melakukan upaya optimal dalam mengikuti kompetisi sekolah sehat nasional tahun 2018.
Berbagai upaya pun dilakukan agar, mampu menduduki juara 1 sekolah sehat nasional sebagaimana disabet oleh SMAN 1 Palembang tahun lalu dengan mengalahkan puluhan sekolah di Indonesia.
Kepala SMA Negeri 3 Palembang, Purwiastuti Kusumastiwi mengatakan, penilaian kali ini merupakan lanjutan pada saat penilaian pertama. Dari situ langsung pihaknya maksimalkan, apa yang menjadi saran bagi mereka. Banyak sekali masukan yang harus kami perbaiki.
“Jadi apa yang kami lakukan ini sudah optimal, karena ada beberapa yang diperbaiki lagi,” kata Pungki, sapaan akrabnya sehari-hari, di sela penilaian lomba sekolah sehat tingkat nasional, Jumat (21/9/2018).
Dikatakan Pungki, dalam penilaian pertama beberapa bulan kemarin, yang harus diperbaiki yaitu sarana sekolah, seperti toilet harus sesuai dengan jumlah siswa, toilet putri 1 berbanding 25 dan toilet putra 1 berbanding 40, dan setiap kelas harus ada tempat cuci tangan.
Ia berharap, bisa mendapatkan peluang juara pertama di tingkat nasional. Yang menjadi unggulan pihaknya, yakni tanaman pacoi dan ruang UKS yang sudah bagus, itu poin yang jadi uggulan kita.
“Mudahan apa yang diharapkan bersama, kami bisa mendapatkan juara 1 untuk tingkat nasional tahun ini,” harapnya.
Sementara itu, tim verifikasi lomba sekolah sehat tingkat nasional 2018 Kemendikbud, Akyar menuturkan, dalam lomba sekolah sehat ini ada dua kategori yang diperlombakan, yakni Best Performance atau kinerja terbaik dan Best Achievement atau pencapaian terbaik. Dan akan diumumkan pada Oktober 2018 mendatang.
Pembobotan penilaian kategori best performance ditekankan pada komitmen dan upaya pengembangan dan pelaksanaan UKS yang dilakukan tim pembina UKS di tingkat provinsi, kota dan kecamatan serta sekolah.
“Dan untuk kategori best achievement yang dilihat dari kondisi sarana dan prasarana sekolah yang memenuhi persyaratan kesehatan dan pengetahuan serta sikap peserta didik terhadap penerapan kesehatan yang dianjurkan,” jelas Akyar di waktu dan tempat yang sama.
Lanjutnya, ada 25 provinsi yang mengikuti lomba sekolah sehat tingkat nasional, terdiri dari 96 sekolah dan terbagi jadi 4 jenjang, 23 TK, 24 SD, 25 SMP 25, dan 24 SMA.
“Setelah dilakukan penilaian pertama kami melakukan ferivikasi kepada semua sekolah dan hasilnya ada 21 provinsi dari 32 sekolah, 8 TK, 8 SD, 8 SMP, dan 8 SMA,” pungkasnya. (sbw)











