Diduga Kecanduan Sirup Obat Batuk, Pemuda PALI Mengalami Hal Ini..

Senin, 3 September 2018
Petugas Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial PALI menemui Aldo.

PALI, Sumselupdate.com – Sering histeris dan berteriak-teriak serta mengurung diri dalam rumah serta terkadang mengamuk, begitu lah kondisi yang dialami Aldo, remaja berusia 18 tahun asal Gang Sekip Golf, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Kondisi Aldo menjadi seperti itu diduga akibat pengaruh ketergantungan penyalahgunaan sirup obat batuk yang dicampur minuman penambah stamina serta penyalahgunaan lem karet.

Read More

Akibatnya, ketakutan melanda keluarga terutama orang tua Aldo yang tinggal satu rumah. Sebab, dikhawatirkan, sewaktu-waktu Aldo mengamuk dan melukai anggota keluarga lainnya.

“Sejak lulus sekolah SMP anak kami seperti ini. Dari pengakuan anak kami itu, dirinya sering mengonsumsi sirup obat batuk dicampur minuman penambah stamina hingga mabuk,” ucap Lia, ibu Aldo, Senin (3/9/2018).

Dirinya berharap, pemerintah dapat merehabilitasi anaknya atau mengobati anaknya agar bisa normal kembali. “Saat ini kami takut, apalagi masih ada anak kecil di rumah. Jadi kami harap anak kami bisa mendapat penanganan medis atau direhabilitasi,” harapnya.

Mengetahui hal itu, Dinas Sosial (Dinsos) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten PALI langsung mendatangi kediaman Aldo.

“Setelah kami melihat dan berkomunikasi dengan Aldo, kami mendapat titik terang penyebabnya karena yang bersangkutan sudah lebih tiga tahun menggunakan sirup obat batuk dicampur minuman berenergi untuk mendapatkan rasa euphoria, serta hampir tiap hari mengisap lem,” jelas Metty Etika, Kepala Dinsos PALI.

Rencana selanjutnya diakui Metty bahwa pihaknya berencana merehabilitasi Aldo dengan catatan dukungan dari keluarganya. “Namun sebelumnya kita telah berkoordinasi dengan Dinkes untuk memberikan obat secara rutin selama satu minggu. Selanjutnya akan kita rehabilitasi ke Palembang,” tambahnya.

Agar kejadian ini menjadi pelajaran seluruh masyarakat PALI, Metty mengajak seluruh elemen masyarakat lebih intensif lagi dalam pengawasan terhadap anak-anaknya.

“Kedepan kita akan bersinergi dengan pihak yang terkait, seperti sekolah, kepolisian, dan Dinkes untuk mencegah dan menekan penyalahgunaan obat-obatan dikalangan remaja dan pelajar,” tandasnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts