Baturaja, Sumselupdate.com – Akhirnya wacana pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Ibnu Soetowo Baturaja, Kabupaten OKU segera terealisasi. Hal ini setelah Bupati OKU Drs Kuryana Aziz melakukan penandatangan kontrak kerjasama pendanaan pembangunan gedung RSUD dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Senin (30/7/2018) di Jakarta.
“Ya hari ini kita telah menandatangani kontrak itu,” Kata Kuryana. Dijelaskan Kuryana pembangunan gedung RSUD Ibnu sutowo ini dilakukan melalui dana pinjaman PT SMI dari Kementerian Keuangan.
Sebelumnya lanjut Kuryana, pemkab OKU telah melengkapi persayaratan yang diminta oleh PT SMI. Ditanya, apakah salah satu syarat pinjaman tersebut harus di perda-kan melalui Dewan.
Dijelaskan Kuryana, hal tersebut tidak perlu perda, disebutkannya syarat utama pinjaman ini cukup surat rekomendasi yang disetujui oleh Dewan. Selain syarat rekomendasi, syarat lainnya juga ada yakni sekitar 23 item. “Syaratnya sudah lengkap semua, makanya hari ini kita lakukan penandatangan kontrak,” ujarnya.
Dituturkan Kuryana, Setelah penandatangan kontrak ini, pihaknya tinggal menunggu pencairan dana oleh PT SMI, diharapkan Kuryana setelah dana ini cair gedung setinggi lima lantai ini sudah bisa dibangun dasarnya.
“Mungkin bangun dulu pondasi-pondasi nya. Sebab pencairan mungkin uang muka dulu, uang muka belum cukup untuk membangun seluruh bangunan rumkit, pembangunannya ini kan multi years” tukasnya.
Terpisah, Kepala PU Bina Marga Ir Helman yang dikonfirmasi belum lama ini menyebutkan dana yang dikucurkan untuk pembangunan Gedung RSUD dr Ibnu Soetowo Baturaja sebesar Rp58,7 miliar.
Dana ini untuk pembangunan dua gedung, yakni Gedung IGD 2 lantai dan Gedung Rawat Inap 5 lantai. “Saat ini belum dilakukan lelang. Setelah proses PT SMI selesai baru akan dilakukan lelang untuk pembangunan,. Prosesnya seperti itu,” jelasnya.
Ditambahkan Helman, saat melakukan pembangunan nanti pastinya, tingkat kebisingan akan diminimalisir. Bahkan bisa dikatakan tidak akan menganggu kenyamanan pasien.
Gedung RSUD yang baru nanti kata dia setinggi lima lantai. Pastinya fasilitas selain tangga akan dilengkapi dengan lift untuk mengantar pasien. “Akan pakai lift. Tidak cukup mengandalkan tangga biasa saja. Apalagi nantinya gedung rumah sakit setinggi lima lantai,” katanya.
Kekokohan bangunan rumah sakit kata Helman, pastinya sudah diperhitungkan, karena bangunan gedung lima lantai. Bahkan bisa tahan terhadap gempah. Semua sudah diperhitungkan. (wid)











