Baru Ogan Ilir Masuk 100 Persen, Data KPU HD-MY Masih Pimpin Perolehan Suara

Jumat, 29 Juni 2018

Palembang, Sumselupdate.com – Hitung cepat real count yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel) berdasarkan formulir C1 yang masuk hingga kini belum seratus persen.

Ketua KPU Sumsel Aspahani, data seratus persen baru Kabupaten Ogan Ilir, sedangkan kabupaten lain di antaranya Palembang, Lahat, Muaraenim,  Empat Lawang dan Kabupaten PALI saat ini masih ada yang belum selesai.

Read More

Menurut Aspahani, keterlambatan data masuk bukan kesalahan dari KPU kabupaten/kota, akan tetapi karena masalah teknis kondisi di lapangan terutama untuk daerah yang jauh.

Aspahani menjelaskan, untuk hitung cepat KPU ini merupakan transparansi dari penyelenggara pilkada yang dilaporkan KPU kabupaten/kota, dengan melaporkan C1 secara langsung. “Ada informasi yakni arus dokumen di kotak suara dan arus informasi mulai dari TPS hingga KPU, ” katanya.

Aspahani memastikan jika KPU sebagai penyelenggara mengawal pilkada Sumsel agar berjalan baik tanpa ada hal yang mencederai.

“Kami KPU menghargai suara rakyat. Maka dari itu logistik sudah berada di TPS pada H-1. Sedangkan perhitungan di TPS sudah dilakukan dengan mengisi C1 dan model D di kecamatan.  Itulah landasan menentukan paslon yang terpilih, ” ujarnya saat konferensi pers di kantor KPU Sumsel, Jumat (29/6/2018).

Sementara itu, Komisoner KPU Divisi SDM dan Parmas Ahmad Naafi menambahkan, target KPU pusat jumlah partipasi pemilih di Pilkada harus mencapai 77,5 persen. Di Sumsel berdasarkan real count sudah masuk suara pemilih 3.375.777 dari scan C1.

“Walaupun tidak sampai 77 persen.  Kami berharap bisa samai 75 persen. Sampai pagi tadi sudah 71 persen suara yang masuk . Ini terjadi peningkatan partisipasi pemilih di 10 kabupaten. Proses real count masih berjalan. Jadi masih akan meningkat partisiasi pemilih,” bebernya.

Menurutnya,  peningkatan pemilih karena ada sinkronisasi data pemilih,  jadi data yang diperoleh data aktual.  Yang tidak terdaftar di DPT tapi bisa masuk di DPT tambahan.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memastikan aparat keamanan melakukan pengawalan melekat mulai dari TPS, KPPS PPK hingga KPU.

“Kotak suara tidak boleh menginap. Kalau ada hambatan itu terjadi hambatan teknis di lapangan.  Polisi netral, itu harga mati. Kita pastikan pelaksanaan Pilkada ini aman dan panitia tidak diganggu,” katanya.

Mengenai kejadian di Lahat dan Muaraenim,  Zulkarnain mengungkapkan,  unjuk rasa itu boleh.  Namun massa diimbau untuk menjaga keamanan dan kondusifitas.

“Dinamika demokrasi tapi jangan melakukan intimidasi. Jangan melawan hukum,  personel sesuai tahapan.  Saya ke sini untuk memastikan keamanan fisik, penyelenggara, dan substansif.  Jangan ada pihak yang terzalimi. Jangan ada yang merasa hasil pilkada ini ada yang merasa terzalimi. Satu suara pun tidak ada yang terzalimi,” paparnya.

Zulkarnain mengungkapkan,  masalah di Lahat itu ada anggota keluarga paslon yang menang itu di-bully.  Kalau di lapangan cukup bukti dijadikan tersangka. “Masalah tersangkanya kita cari,” pungkasnya.

kpu.go.id

Sementara itu dari data yang dikeluarkan infopemilu.kpu.go.id disebutkan perolehan jumlah total suara yang masuk sebesar 89,43 persen. Pasangan nomor urut 1 sebesar 35,86 persen dengan perolehan 1.206.175 suara.

Kemudian diikuti pasangan nomor urut 4, Dodi-Giri sebesar 31,20 persen serta pasangan nomor urut 3, Ishak-Yudha sebesar 21,69 persen dan pasangan nomor urut 2, Aswari-Irwansyah meraih 11,24 persen. (ery)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts