Spesialis Jambret Tak Berkutik Disergap di Rumah

Kamis, 10 Mei 2018

Palembang, Sumselupdate.com – Muhammad Rajab Hidayatullah alias Raja (19), spesialis jambret yang sering beraksi di kawasan Plaju, tak dapat berkutik saat dibekuk Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Plaju Palembang.

Tersangka dibekuk di tempat tinggalnya di Jalan DI Panjaitan, Lorong Masjid Jamik, Kelurahan Plaju Ilir, Kecamatan Plaju Palembang, Rabu (9/5).

Read More

Berdasarkan informasi dihimpun, tersangka bersama rekannya FB (20) yang masih buron sudah beberapa kali beraksi. Terakhir terhadap Veronika (17), pelajar SMA yang tinggal di Kelurahan Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Banyuasin.

Ketika itu, korban bersama rekannya sedang mengendarai motor melintas di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Plaju Ilir, Kecamatan Plaju Palembang, 30 Maret 2018. Kedua tersangka langsung memepet dan merampas tas korban.

Akibat kejadian itu, Veronika kehilangan satu buah tas yang berisikan satu unit ponsel. Sehingga mereka membuat pengaduan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Plaju, Palembang.

Kapolsek Plaju Palembang AKP Rizka Apriyanti didampingi Kanit Reskrim Iptu Juprius menerangkan, setelah menerima laporan korban pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengantongi identitas para pelaku.

“Satu tersangka berhasil kita amankan dari rumahnya tanpa perlawanan. Satu tersangka lainnya masih buron, namun identitasnya sudah kita kantongi,” jelas Rizka ketika gelar perkara dan barang bukti, Kamis (10/5/2018).

Setelah dilakukan pemeriksaan, lanjutnya, ternyata tersangka juga terlibat aksi jambret terhadap Alfatah Nurmansyah, 4 Februari 2018 dan kasus bobol rumah milik Ade Irawan pada 12 Januari 2018.

“Jadi tersangka ini terlibat dua kali aksi jambret dan satu kali bobol rumah. Untuk barang bukti, kita amankan sejumlah obeng untuk melancarkan aksinya dan ponsel korban. Kita kenakan Pasal 363 KUHP dan 365 KUHP,” tuturnya.

Sementara itu, Raja mengakui perbuatannya. Ia mengatakan, saat melakukan aksi jambret dia hanya bertugas membawa motor. “Teman saya FB itu yang menarik tas korban, saya hanya membawa motor,” jelasnya.

Sedangkan, lanjut Raja,  aksi bobol rumah dilakukannya bersama BD yang juga masih buron. “Hanya dapet ponsel dan uang Rp40 ribu. Saya menunggu di luar, dia (BD) yang masuk ke dalam mengambil celengan dan ponsel,” kata Raja.

Ia menerangkan uang hasil kejahatan ia pergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Uangnya selalu kami bagi rata dan telah habis untuk jajan sehari-hari,” pungkasnya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts