Unitas Palembang Soroti Pendidikan Milenial

Minggu, 6 Mei 2018
Sarasehan pendidikan yang digelar oleh Universitas Taman Siswa Palembang di Aula Bina Praja Pemprov Sumsel.

Palembang, Sumselupdate.com – Tak bisa dipungkiri, era milenial kali ini membuat sejumlah budaya, ekonomi mengalami perubahan. Termasuk pola pendidikan yang harus mengalami pergeseran strategi.

Dalam menjawab tantangan tersebut, Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang menggelar  Sarasehan Pendidikan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018 dengan tema Guru dan Dosen bicara tantangan dan solusi pendidikan karakter kebangsaan di Era Milenial yang digelar di Aula Bina Praja, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (5/5/2018).

Read More

Diikuti ratusan guru dan dosen dari sekolah dan Perguruan Tinggi di Sumsel dengan menghadirkan berbagai narasumber nasional yang berkompeten mulai dari Ki Prof Dr  Supriyiko MPd dari Universitas Sarjana Wiyata Taman siswa Jogjakarta, Dr Heri Setiawan, MKom pakar teknologi informasi dari UIGM Palembang dan Drs Sumarna, Wakil Sekretaris Pengurus PGRI Sumsel.

Acara ini dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin melalui Asisten III Kesra dan Pemerintahan Prof Eduar Juliartha.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya sangat mengapresiasi Universitas Taman Siswa Palembang yang telah peduli terhadap pendidikan di Sumsel di era milenial.

“Terkadang kita terlalu latah mencontoh pendidikan di luar negeri. Padahal kita harus banyak belajar mengambil yang baik, saya khawatir akan terjadi disorientasi pendidikan,” jelasnya.

Maka dari ia berharap agar para kaum pendidikan di era milenial bisa menyesuaikan diri.

Pihaknya juga meminta agar para guru dan dosen bisa sama-sama bergandengan tangan mensukseskan agenda-agenda besar salah satunya adalah Asian Games.

Senada dengan itu disampaikan oleh Rektor Universitas Taman Siswa Palembang Ki Drs H Joko Siswanto, MSi bahwa kegiatan ini dalam rangka memperingati Hardiknas 2018 untuk ikut berkontribusi dalam rangka ikut memperluas wawasan guru dan dosen karena tantangan semakin besar.

Menurutnya, di era globalisasi dan era disrubtion 4.0 ini gadget dimata murid dan mahasiwa sudah menjadi bagian dari life style. Dan bisa berdampak positif atau pun negatif.

“Dan tantangannya juga menangkal hoaks, ini juga antisipasi. Bagaimana karakter dosen dan guru harus menyikapi zaman dengan dan tantangan kebangsaan. Seperti apa yang disampaikan Prabowo bahwa 2030 Indonesia akan bubar. Nah ini tentu jangan menjadi hal menakutkan, tapi jadi tantangan,” pungkasnya. (sbw)

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts