PALI, Sumselupdate.com – Setelah seminggu melakukan penyelidikan, akhirnya jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Muaraenim pimpinan AKP Darmawan SH berhasil mengungkap peredaran jaringan narkoba jenis shabu dalam partai besar di Kabupaten PALI, yakni di Desa Air Itam Timur, Kecamatan Penukal.
Sayangnya dalam pengrebekan yang berlangsung, Selasa (20/3) sekitar pukul 6.00 itu, terduga bandar narkoba bernama Ari Anggara (23) berhasil melarikan diri dari kepungan petugas. Bahkan, sang bandar juga luput dari tembakan aparat.
Kemudian petugas bergerak cepat menggeledah dua rumah milik sang bandar yang bersebelahan, karena warga mulai ramai setelah mendengar tembakan dari petugas saat mengejar Ari. Dari dua rumah milik Ari petugas berhasil menemukan barang bukti shabu seberat 1.125 gram atau senilai Rp2 miliar yang belum sempat terjual dan sebagian disimpan di dalam sebuah brankas.
Selain itu petugas juga menemukan uang hasil transaksi sabu-sabu sebesar Rp359.470.000, dua unit timbangan digital dan delapan bal plastik klip pembungkus sabu-sabu serta satu buah brangkas.
Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan SIk MPP mengatakan, sebelum melakukan pengrebekan, pihaknya sudah sekitar seminggu melakukan penyelidikan terhadap aktivitas sang bandar di dua rumah miliknya itu.
“Rupanya rumah pelaku memang sudah dibuat pengamanan sedemikian rupa. Tiap jendela dan pintu dipasang teralis besi yang cukup tebal. Jadi kalau mau masuk harus menunggu celah pintu terbuka. Makanya anggota kita menunggu saat pintu dibuka baru menerobos masuk,” terang Leo saat menggelar press rilis di Mapolsek Talang Ubi yang dihadiri Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo MM, Ketua DPRD PALI serta Wakil-wakil Ketua DPRD PALI.
Tak hanya pengamanan di jendela dan pintu saja, jelas Leo, pelaku Ari juga sudah memasang dua macam CCTV yakni CCTV dalam bentuk elektronik dan dalam bentuk tenaga manusia. “Jadi pelaku menggunakan orang-orang suruhan mulai dari orang dewasa termasuk anak-anak kecil untuk mengawasi siapa saja yang masuk. Makanya cukup sulit menerobos ke rumah pelaku. Terbukti pelaku berhasil melarikan diri dari kepungan anggota,” elasnya.
Leo mengungkapkan, jika pelaku Ari sebenarnya bukan merupakan bandar yang lebih besar, melainkan hanya operator saja. Namun, yang mengendalikan ada yang lebih besar lagi. “Masih ada bandar yang lebih besar lagi diatas pelaku Ari ini. Kita sudah mengetahui indentitasnya dan sekarang masih kita cari dan selidiki. Untuk masuknya narkoba itu bisa dari perairan maupun daratan,” ungkapnya.
Dibeberkannya, penumpasan narkoba memang merupakan atensi dari jajaran Polres Muara Enim selain dari kejahatan konvensional seperti curat, curas dan curanmor.
“Untuk bandar dan pengedar narkoba di Kabupaten PALI ini sudah kita data dan dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Nanti, foto DPO itu bakal kita sebar ke masyarakat supaya bisa mengetahuinya dan bisa menginformasikan ke kepolisian terdekat,” bebernya.
Sementara Ketua DPRD PALI, Drs H Soemarjono mengatakan, dengan keberhasilan pengungkapan narkoba jenis shabu dalam jumlah besar tersebut bisa membuktikan bahwa di desa-desa di Kabupaten PALI bisa dimasuki oleh petugas Kepolisian.
“Selama ini di masyarakat sering tercipta omongan kalau desa-desa di PALI tidak bisa dimasuki petugas kepolisian untuk menangkap pelaku kejahatan. Nah, dengan penangkapan ini membuktikan kalau omongan itu tidak benar,” katanya.
Diharapkannya, kepada masyarakat terutama orang tua untuk selalu mengawasi anak dan cucu nya supaya tidak terjebak dalam lingkaran narkoba. “Jadi jaga dan awasi anak dan cucu jangan sampai terlibat narkoba. Apalagi saat ini narkoba sudah merambah ke desa-desa terpencil sekalipun,” ucapnya.
Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo MM mengatakan, pengungkapan narkoba dalam jumlah besar di Kabupaten PALI itu bisa mengurangi pembunuhan di kalangan masyarakat.
“Narkoba itu merupakan racun yang bisa membunuh tiap orang. Jadi pengungkapan ini bisa mengurangi pembunuhan di masyarakat. Makanya jauhi narkoba karena itu racun. Saya berharap semua elemen masyarakat untuk turut serta dalam memberantas narkoba,” tukasnya. (adj)











