Dinsos Sumsel Masih Kaji Penyaluran Raskin Gunakan E-Warung

Jumat, 12 Agustus 2016
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumsel, Apriadi

Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Sumatera Selatan melalui Dinas Sosial terus mengkaji dengan pihak terkait mengenai rencana penyaluran Beras Miskin (Raskin) dengan menggunakan sistem e-warung.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumsel, Apriadi, Jum’at (12/8) mengatakan e-warung merupakan rencana yang digagas langsung pemerintah pusat yang selanjutnya akan diselenggarakan melalui kementrian sosial.

Read More

“Nanti e-warung dapat digunakan untuk membeli raskin di warung dengan nominal tertentu, dan bisa memilih barang sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Lebih lanjut, Dinsos Sumsel masih menjajaki untuk penerapan kebijakan tersebut di Kota Palembang, karena kota Palembang dianggap paling siap jika dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Sumsel.

Untuk mendukung program dari pemerintah pusat tersebut, Apriadi menambahkan telah berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk segera melakukan pendataan warung yang ada di Kota Palembang.

“Tahap awal kita akan fokus dengan penyelenggaraannya di kota Palembang, karena Palembang kita lihat lebih siap, nanti baru menyusul daerah lain,” terangnya.

Ditegasinya nantinya setiap penerima raskin akan menerima kartu dari pemerintah pusat dengan nominal tertentu.

Misalnya, harga raskin per kilo sekitar Rp. 1.600,-, nantinya dalam kartu tersebut nominalnya apakah 10 kilo atau lebih. Artinya jumlah tersebut dikalikan dengan harga per kilonya.

Kemudian para penerima raskin tersebut dapat menukarkannya di warung yang telah ditetapkan untuk menerima kartu tersebut. Nantinya warung yang menerima kartu tersebut dapat diuangkan kembali melalui bank yakni BNI.

“Mengenai masalah nominal setiap kartu saat ini masih dikaji terlebih dahulu di pemerintah pusat,” tegasnya.

Kebijakan e-warung dipersiapkan untuk mengurangi penyimpangan, mengingat selama ini pembelian raskin terkadang masih dilakukan oleh masyarakat yang dianggap mampu. Nantinya kartu ini akan dibagikan kepada masyarakat yang memang di bawah kelas menengah ke bawah.

“Warung yang nanti akan melakukan penyaluran sudah bisa dipastikan akan dipilih warung tradisional bukan warung modern seperti swalayan,” urainya. (adi)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts