Baturaja, sumselupdate.com – Beberapa kawasan kota Baturaja sejak tadi malam hingga siang ini mengalami banjir. Banjir ini diakibatkan guyuran hujan yang melanda daerah itu tadi malam Rabu (22/2/2018).
Seperti kawasan Air Paoh, RS Sriwijaya, Sr Holindo, Pasar Atas, Sukaraya dan daerah lainnya. Banjir itu melanda pemukiman denganbketinggian air berpariasi mencapai lutut orang dewasa.
Tak hanya itu, beberapa kantor pun tak luput banjir. Seperti Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu(OKU) yang cukup mengganggu Aktifitas pegawai KUA.
Meski demikian, pihak KUA tetap memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat yang hendak mengurus pernikahan ataupun urusan lainnya.
“Meskipun kondisinya seperti ini (banjir-red) pelayanan tetap kita berikan, semampu kita selagi bisa pelayanan tetap dijalankan,” kata Kepala KUA Baturaja Timur Akhiruddin, S Ag.
Dikatakan Akhirudin, Kantor KUA Baturaja Timur ini sudah langganan banjir, setiap hujan lebat lebih dari tiga jam dapat dipastikan banjir, untuk itu pihaknya sudah mengantisipasi barang-barang penting seperti dokumen diletakkan di lemari gantung yang dibuat khusus untuk menghindari banjir.
“Tadi saat tiba di kantor saya sempat terkejut, kebetulan Saya ini baru sekitar 3 bulan jadi kepala KUA Baturaja Timur, memang sebelumnya rekan-rekan pernah cerita kalau hujan Lebat KUA kerap kedatangan Tamu (banjir red), ini merupakan banjir terparah yang mencapai satu meter, lihat saja itu bekas ketinggian air yang menempel di dinding,” katanya.
Menurutnya, Kepala KUA sebelumnya telah mengupayakan agar kantor KUA tidak kebanjiran lagi dengan meninggikan Lantai dan halaman kantor, namun upaya ini belum bisa mengatasi banjir.
“Banjir ini juga disebabkan saluran air yang berada dipinggir jalan depan kantor KUA terlalu kecil serta Gorong-gorong yang terletak di jalan lintas Hotel AA juga kecil sehingga tidak dapat menampunh debit air, lagi pula air yang menuju gorong-gorong bukan hanya dari kita tapi juga dari daerah lain, akibatnya arus air menjadi lambat,” kata Darsono menambahkan.
Akhirudin berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk dapat mencarikan solusi masalah banjir ini. “Semoga saja ada solusinya, paling tidak kami berharap pemerintah dapat membenahi saluran air dan gorong-goronh agar diperbesar sehingga dapat mengatasi banjir ini,” harapnya. (wid)











