Jakarta, Sumselupdate.com – Anthony Sinisuka Ginting berhasil mempersembahkan gelar pertama bagi Indonesia. Anthony tampil sebagai juara usai menundukkan pebulutangkis Jepang.
Pada laga final di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (28/1/2018) siang, Anthony mengempaskan Kazumasa Sakai dua set langsung dengan skor 21-13, 21-12 hanya dalam waktu 34 menit.
Hasil ini memperbaiki rekor Anthony atas Sakai menjadi 2-0. Kemenangan dua set didapatkan Anthony atas lawannya itu saat berjumpa di Hong Kong terbuka 2015.
Permainan cepat diperagakan Anthony dan Sakai sehingga kejar-kejaran angka pun terjadi di gim pertama. Anthony berhasil mengungguli Sakai saat interval dalam kedudukan 11-9, setelah melakukan netting sempurna.
Sakai beberapa kali melakukan kesalahan sendiri, yang menguntungkan Anthony. Selisih lima poin dimiliki Anthony usai pukulan pengembalian Sakai membentur net, 15-10.
Sakai menghentikan rentetan angka yang raih Anthony, skor kini menipis menjadi 17-15 masih untuk keunggulan pebulutangkis tuan rumah. Di poin-poin kritis, Anthony mempertahankan ketenangannya untuk merebut dua angka beruntun guna merebut gim pertama 21-16.
Laju Anthony tetap mulus di gim kedua. Sejak awal berhasil unggul, Anthony melakukan smes silang keras untuk memasuki interval dengan keunggulan 11-7.
Anthony semakin jauh meninggalkan Sakai dengan selisih tujuh poin 16-9. Dua kesalahan Anthony membuat Sakai bisa menambah angka sehingga kedudukan menjadi 11-18.
Backhand Sakai membentur net, Anthony mendapatkan match point. Dia lantas menuntaskan pertandingan dengan sebuah pukulan pendek di depan net untuk memenangi laga dengan skor 21-12.
Sementara itu, di tunggal putri Taiwan Tai Tzu Ying menjuarai Indonesia Masters 2018. Unggulan pertama itu menang dua gim langsung atas Saina Nehwal yang jadi Tzu Ying berhak membawa pulang gelar itu setelah mengalahkan wakil India Saina Nehwal dengan skor 21-9 dan 21-13 di Istora, Senayan, Jakarta, Minggu (28/1/2018).
“Saya tidak merasa paling jago atau paling hebat di sini,” kata Tzu Ying seperti dikutip dari laman detiksport.
“Pada dasarnya di setiap pertandingan yang saya ikuti seluruh skill pemain atau lawan kurang lebih sama. Jadi saya hanya bermain seperti adanya seperti di pertandingan sebelumnya, dan juara,” ucapnya.
Menurut Tzu Ying, dia juga sangat senang bisa bermain di Indonesia. Menurutnya suporter Indonesia sangat menyenangkan.
“Bermain di Indonesia sangat menyenangkan. Penonton di sini pada mendukung saya. Makanya saya senang bisa bertanding di sini,” ujarnya.
“Arti kemenangan ini adalah untuk mencoba di dua pertandingan lagi yang akan dilaksanakan di Indonesia. Jadi ajang ini untuk mencoba terutama untuk keadaannya,” kata Tzu Ying.
Sementara untuk target, dia mengaku membidik Kejuaraan Dunia dan Asian Games. “Target saya 2018 adalah Kejuaraan Dunia dan Asian Games karena dua turnamen itu adalah dua turnamen yang besar sekali,” tuturnya. (hyd)











