Target ke Depan, Hasil Perikanan Indonesia Bisa Kalahkan Vietnam

Kamis, 2 November 2017
Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Budhi Wibowo.

Palembang, Sumselupdate.com – Hasil perikanan Indonesia saat ini 42 persen masih didominasi oleh ekspor udang, lalu tujuan utama ekspor hasil perikanan Indonesia adalah negara Amerika Serikat.

Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Budhi Wibowo, Kamis (2/11/2017) mengatakan, sangat disayangkan saat ini harus diakui ekspor hasil perikanan Indonesia masih kalah dengan negara tetangga Vietnam, sehingga ke depan targetnya seharusnya Indonesia lebih unggul dari Vietnam karena luas daerah dan jumlah penduduk.

Read More

“Untuk Pangasius/Diri (ikan patin) Vietnam menghasilkan 1,3 juta ton per tahun, sedangkan kita baru 100 ribu ton per tahun. Saat ini hasil perikanan Indonesia lebih dominan dari tangkap,” urai Budhi Wibowo di sela rakor di Kantor Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM).

Ia menambahkan, Indonesia harus mengutamakan dari hasil budidaya agar bersaing dengan Vietnam. Hasil produk perikanan Indonesia kalah karena harga yang kalah bersaing, quantity supply belum memadai serta belum ada jaminan kontinuitas supply.

“Agar ekspor kita lebih luas harus dalam bentuk frozen. Untuk produksi perikanan kita mesti fokus pada satu spesies, Indonesia ingin berbagai spesies, tidak mungkin maju kalau seperti itu,” katanya.

Di Indonesia yang memiliki air payau, sebaiknya konsentrasi pada udang, air tawar konsentrasi pada ikan patin, air laut konsentrasi pada ikan baramundi.

“Saat ini saat yang tepat untuk menggantikan Vietnam memasok patin karena saat ini Eropa dan Amerika tidak mau lagi impor dari Vietnam karena beracun. Patin Indonesia unggul dari Vietnam karena budidaya di tambak sedangkan vietnam di Sungai Mekong,” terangnya.

Keunggulan lainnya, pangasius Vietnam mengandung zat polypospar berlebihan mencapai 8000 ppm sedangkan standar yang diperbolehkan 2000 ppm yang berbahaya bagi kesehatan, sedangkan lokal lebih baik. Dampak lain dari kelebihan polypospor adalah berat ikan bertambah 50 persen sehingga merugikan konsumen. (adi)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts