Baturaja, Sumselupdate.com – Sebanyak 70 peserta tes Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) gelombang pertama memadati Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) OKU, tempat dimana dilaksanakannya tes wawancara, Selasa (31/10/2017).
Satu per satu peserta gelombang pertama dari Kecamatan Baturaja Timur, Baturaja Barat, Kedaton Peninjauan Raya, Lubuk Batang, Lengkiti, Lubuk Raja dan Muara Jaya dipanggil masuk untuk melakukan wawancara yang langsung dipimpin ketua KPUD OKU Naning Wijaya bersama empat komisionernya.
Raut wajah tegang nampak terlihat jelas dari sebagian besar peserta yang mengikuti proses wawancara sebagai bagian wajib untuk menjadi anggota PPK. “Persiapan belajar siang malam, kalau tegang pasti ada tapi saya coba rileks saja,” ucap Adit, salah satu peserta.
Adit mengaku tak mau ambil pusing, apalagi terkait isu orang titipan yang ia dengar. “Kalau itu saya no comment. Tapi yang jelas harapan saya, tes ini bisa dijalankan sebagaimana mestinya,” terangnya.
Lain lagi diungkapkan Meki dan Ali, mereka berharap pelaksanaan tahap demi tahap ini bisa terjaring calon PPK yang bisa bekerjasama menjalankan tugas dengan KPU secara baik. “Lulus tentu keinginan yang keras kami ingin mengabdi dan belajar,” terang mereka.
Sementara itu Ketua KPU OKU Naning Wijaya didampingi Komisioner Divisi SDM dan Permas Yudi Risandi menuturkan, tahap demi tahap seleksi calon PPK dijalankan sesuai proses dan standar yang telah ditetapkan KPU, termasuk sistem penilaiannya.
“Kami menjalankan sesuai prosedur, sesuai UU Nomor 10 Tahun 2016, silakan masyarakat menilai sendiri dan yang memenuhi syarat kriteria,” terang Yudi.
Sebab menurutnya, anggota PPK yang terpilih nanti merupakan ujung tombak pihaknya di setiap kecamatan. Artinya jika ada permasalahan di tingkat kecamatan, tentu akan berpengaruh ke pihaknya (KPUD OKU, red).
“PPK nanti akan membimtek PPS nah terus melakukan koordinasi ke KPPS. Artinya mereka inilah jadi ujung tombak kita menuju pemilu yang baik,” terangnya.
Sementara lebih jauh, kata Naning, tes wawancara calon anggota PPK ini diikuti 126 peserta yang dibagi dua gelombang. Untuk gelombang kedua, dilaksanakan Rabu (1/11), dan akan diikuti seluruh peserta dari Kecamatan Pengandonan, Semidang Aji, Peninjauan, Sinar Peninjauan, Sosoh Buay Rayap dan Ulu Ogan.
Dijelaskan Naning, dari hasil wawancara ini akan menetapkan lima orang dari urutan tertinggi untuk menjadi PPK untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 2018 mendatang. “Tes wawancara diumumkan 2 November,” imbuhnya. Setelah resmi terpilih, anggota PPK akan dilantik Ketua KPUD OKU, Sabtu (4/11).
Yudi Risandi, menambahkan, sejatinya pelaksanaan tes wawancara dilaksanakan face to face namun pada kenyataannya dilaksanakan panel, yakni lima komisioner wawancara satu per satu calon. “Kita memandang dari efisiensi waktu. Selain itu, penilaian wawancara bukan dilaksanakan satu persatu melainkan lima Komisioner sekaligus dengan cara panel,” tukas Yudi.
Disinggung mengenai bagaimana teknis wawancara sendiri, Yudi enggan berkomentar banyak. Yang jelas, kata dia, tentu berkaitan dengan tugas pokok itu sendiri. “Janganlah, kan masih ada gelombang kedua,” timpalnya.
Pantauan di lapangan, pelaksanaan tes wawancara itu sendiri berlangsung sehari, mulai dari pagi hingga sore hari. Namun untuk waktu wawancaranya sendiri terbilang singkat. Satu peserta hanya memakan waktu 5-7 menit saja, setelah itu keluar dari ruangan tempat dimana komisioner melakukan wawancara. (wid)











