Palembang, Sumselupdate.com – Setelah kurang lebih satu bulan menjadi target operasi (TO) Unit Pidum Satreskrim Polresta Palembang. Akhirnya tersangka pembunuhan Tarmizi (40) diringkus, Senin (30/10) malam.
Pelaku adalah Basuki Rahmad (45) yang masih berstatus anggota Polri dan bertugas di Pam Obvit Polda Sumsel berpangkat Aiptu ini ditangkap petugas saat berada di rumah temannya, di kawasan Sukarami, Palembang. Saat disergap anggota berpakain preman, pelaku langsung mengangkat tangan ke atas, dan meminta ampun.
“Saya mengaku salah, saya melakukan itu lantaran saya kesal dengan korban. Saya siap dibawa,” ucap Basuki dengan kepala tertunduk ketika dibawa ke Polresta Palembang.
Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti satu pucuk senjata api jenis FN, 1 selongsong peluru dipakai saat melakukan penembakan, 28 butir peluru aktif, 1 unit mobil Xenia warna hitam BG 1673 MF.
“Pelaku diamankan tanpa perlawanan, saat pelaku berhasil diendus dan berada di rumah temannya dikawasan Sukarami Palembang,” kata Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono didampingi Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara, Selasa (31/10/2017).
Lanjut Wahyu, hingga kini kasus tersangka sedang didalami untuk dilakukan penyelidikan lebih mendalam, terkait jika ada aksi kejahatan lain yang dilakukan pelaku. Serta atas ulahnya Basuki akan dijerat Pasal 340 KHUP Jo Pasal 338 KHUP dengan ancaman hukuman seumur hidup.
Sedangkan, Basuki mengaku nekat melakukan aksi ini lantaran tersinggung dengan perkataan korban. “Saya kesal karena motor saya banyak digadaikan korban. Jadi saat itu saya bertemu dia di lokasi dan saya ajak masuk ke dalam mobil,” tuturnya.
Basuki melanjutkan, saat itu dirinya tidak ada niat untuk melakukan pembunuhan terhadap korban. Namun dia hanya menakut-nakuti saja.”Saya hanya ingin menakut-nakuti korban saja saat itu. Namun waktu itu saya tertekan pelatuk, jadi tertembak,” paparnya.
Ketika disinggung apakah dirinya usai kejadian kabur, sambung Basuki, ia tak kabur melainkan hanya menenangkan diri ke Muaraenim dan Jambi. “Jujur saya tidak kabur, saya keluar kota untuk menenangkan diri saya saja, karena kejadian itu,” kilahnya seraya mengaku menyesal dan meminta maaf kepada keluarga korban.
Seperti diberita sebelumnya, Tarmizi (38), warga Jalan Sparman, Lorong Anugerah, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarame Palembang meregang nyawa setelah mengalami luka tembak di kepala, Minggu (17/9).
Korban tertembak di Lorong Nangka, Jalan Angkatan 66, Palembang. Lalu korban sempat diantar ke Rumah Sakit
Umum, tapi nyawanya sudah tidak tertolong lagi. (tra)











